Abstract:
Limbah peternakan, khususnya kotoran kambing (kohe), belum dimanfaatkan
secara optimal oleh peternak rakyat, padahal memiliki potensi yang tinggi sebagai
bahan dasar pupuk organik. Proses pembuatan pupuk bokashi secara
konvensional sering menghadapi kendala seperti waktu fermentasi yang lama dan
mutu fisik yang kurang seragam. Penambahan bioaktivator Microbacter Alfaafa 11
(MA11) diyakini dapat mempercepat proses fermentasi dan meningkatkan kualitas
pupuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan MA11
terhadap kualitas fisik pupuk bokashi dari kohe kambing, menilai kelayakan usaha
secara finansial, serta menyusun rencana usaha. Penelitian menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan lima ulangan.
Parameter yang diamati meliputi warna, aroma, dan tekstur (melalui uji
organoleptik), serta analisis finansial (RC/Ratio, BC/Ratio, BEP, dan ROI. Hasil
menunjukkan bahwa perlakuan terbaik terdapat pada penambahan MA11
sebanyak 500 ml, dengan skor warna 2,67 (coklat kehitaman), aroma 2,04 (bau
tanah), dan tekstur 2,48 (remah dan halus), sesuai dengan standar kematangan
pupuk organik padat yang telah ditetapkan oleh Permentan No.01 Tahun 2019.
Dari segi finansial, usaha pembuatan pupuk bokashi dari kohe kambing dinilai
layak, dengan nilai RC/Ratio sebesar 1,38, BC/Ratio sebesar 0,38, BEP unit
sebanyak 73 kemasan, BEP harga sebesar Rp.15.000, dan ROI sebesar 138%.
Hal ini menunjukkan bahwa produksi pupuk bokashi dari kohe kambing dengan
penambahan bioaktivator MA11 terbukti efektif mempercepat proses fermentasi,
meningkatkan mutu pupuk, serta menghasilkan keuntungan yang menjanjikan.