Abstract:
Peternakan domba menjadi salah satu sektor agribisnis yang memiliki peluang
bisnis menjanjikan, terutama di wilayah dengan ketersediaan bahan pakan yang
melimpah seperti Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek. Namun,
pengelolaan usaha yang masih bersifat tradisional, modal yang terbatas, serta
belum optimalnya strategi pemasaran menjadi tantangan utama dalam
pengembangan usaha tersebut. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menyusun
strategi pengembangan usaha Peternakan Maju Lestari farm melalui analisis
SWOT dan penerapan matriks QSPM guna meningkatkan daya saing dan
mempertahankan keberlanjutan usahanya. Metode penelitian yang digunakan
adalah deskriptif kuantitatif dan menggunakan pengumpulan data melalui
observasi, wawancara, dan studi literatur. Analisis data penelitian ini menerapkan
analisis matriks Internal Factor Evaluation (IFE), matriks External Factor
Evaluation (EFE), Kuadran SWOT, matriks SWOT, Quantitative Strategies
Planning Matriks (QSPM), dan analisis kelayakan finansial. Hasil kajian ini
menunjukkan bahwa Peternakan Maju Lestari Farm memiliki masing-masing 5
faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Hasil kuadran SWOT
menyatakan bahwa perusahaan berada pada posisi I yang artinya posisi
perusahaan menguntungkan dan strategi yang dibutuhkan adalah strategi
progresif. Hasil analisis SWOT diperoleh satu set alternatif strategi rekomendasi
untuk pengembangan usaha Peternakan Maju Lestari Farm dengan strategi
prioritas berdasarkan QSPM adalah konsistensi dan peningkatan produksi untuk
memenuhi permintaan serta memanfaatkan dukungan pemerintah. Hasil analisis
kelayakan finansial Peternakan Maju Lestari Farm layak dan menguntungkan
dengan hasil R/C 1,34, BEP unit 38 ekor, BEP harga Rp. 1.152.758, ROI 0,10%,
dan PP 9 tahun.