Abstract:
Peternakan kambing memiliki keunggulan seperti kemampuan adaptasi yang baik,
kebutuhan lahan dan pakan yang relatif kecil, serta potensi ekonomi yang tinggi
melalui produk daging dan susu namun masih menghadapi permasalahan seperti
kurangnya pencatatan analisa usaha, manajemen pemeliharaan yang masih
tradisional, ancaman penyakit, dan keterbatasan pengetahuan serta teknologi
modern di kalangan peternak. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk
menilai kelayakan usaha sekaligus merumuskan strategi pengembangan yang
efektif melalui pendekatan analisis SWOT agar peternak dapat meningkatkan
efisiensi, produktivitas, dan keuntungan usaha secara berkelanjutan. Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui pendekatan studi kasus dan
menggunakan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, kuesioner dan
studi literatur. Analisis data penelitian ini menggunakan parameter analisis biaya,
analisis penerimaan, analisis pendapatan, analisis kelayakan finansial dan analisis
SWOT. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa dari ke 6 sampel anggota peternak
yang dianalisis dapat dinyatakan layak dan menguntungkan secara finansial yaitu
nilai R/C rasio yang diperoleh lebih dari 1, terdiri dari Mustofa, Riyadi, Dandi, Arifin,
David, dan Wahyudi, dengan nilai R/C rasio tertinggi yaitu David sebesar 2,26, nilai
ROI (Return Of Investmen) tertinggi yaitu David sebesar 125,99% dan PP
(Payback Period) tercepat yaitu Riyadi selama 2,4 bulan, sementara strategi
pengembangan usaha yang dihasilkan berada di quadran I (Grow and Build), yang
artinya kelompok ternak berada pada posisi yang kuat, sehingga strategi berfokus
pada pertumbuhan dan pengembangan bisnis dengan strategi yang intensif
meliputi optimalisasi lahan dan pakan, peningkatan produktivitas melalui tenaga
kerja berpengalaman dan teknologi sederhana, serta pelatihan dari dinas
peternakan untuk penguasaan teknologi modern dan sistem pencatatan.