Abstract:
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas penggunaan dua jenis
pakan self mixing pada usaha peternakan itik hibrida di Budi Jaya Farm, Blitar.
Tujuannya adalah untuk membandingkan performa ternak serta kelayakan
finansial antara pakan self mixing yang biasa digunakan peternak dan pakan self
mixing baru yang diformulasikan berdasarkan prinsip nutrisi yang lebih tepat.
Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan
uji-t sebagai alat analisis data, serta observasi langsung. Sampel terdiri dari 200
ekor itik hibrida yang dibagi ke dalam dua perlakuan pakan berbeda. Data primer
dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap parameter performa seperti
bobot akhir, konsumsi pakan, FCR (Feed Conversion Ratio), IP (Indeks
Performance), dan mortalitas. Untuk analisis finansial, dihitung komponen biaya
produksi, penerimaan, keuntungan, R/C ratio, Break Even Point (BEP), dan Return
on Investment (ROI).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan self mixing baru (P2) yang
terdiri dari tepung sisa terigu, kebi, bekatul kasar, konsentrat babi KGP 709, fat
powder, tepung indigofera, dan kapur memiliki kandungan nutrisi yang lebih
seimbang dan sesuai kebutuhan itik fase grower. Itik yang diberi pakan P2
menunjukkan performa lebih baik dengan bobot rata-rata 1,78 kg dibandingkan
1,73 kg pada P1. Nilai FCR lebih rendah pada P2 (menandakan efisiensi pakan
lebih tinggi), IP lebih tinggi, dan tingkat mortalitas juga lebih rendah. Dari sisi
finansial, pakan P2 memberikan nilai ROI sebesar 13,36% (lebih tinggi dari P1
sebesar 11,12%), serta R/C ratio sebesar 1,22 menunjukkan bahwa setiap
pengeluaran Rp 1 menghasilkan Rp 1,22 penerimaan. BEP harga turun dari Rp
24.900 (P1) menjadi Rp 24.600 (P2), menunjukkan efisiensi biaya produksi yang
lebih baik.