Abstract:
Peternakan ayam buras merupakan usaha yang didominasi oleh semua kalangan
dengan modal yang sangat terbatas sehingga pengeluaran atau biaya untuk
pengembangan dan pembelian ternak sering tidak dapat terpenuhi, bahkan modal
kerja untuk menyediakan ternak sebagai modal awal masih banyak yang belum
terpenuhi (Dewanti,2012). Usaha ternak ayam buras tidak hanya sebagai usaha
sambilan tetapi juga memberikan peranan yang cukup potensial dalam meningkatkan
pendapatan bagi peternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahi pola kemitraan
ayam buras inti-plasma dan tingkat profitabilitas usaha peternak plasma ayam buras;
mengetahui tingkat performa ayam buras pada peternak plasma; mengetahui
kelayakan usaha secara finansial peternakan ayam buras pola kemitraan; dan
menyusun business plan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif
kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan wawancara
mendalam (indepth interview) untuk mendapatkan data terkait analisis profitabilitas,
dan analisis kelayakan usaha pada peternak dengan menggunakan kuisioner yang
telah disusun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pola kemitraan yang
diterapkan di PT. Jago Ternak Unggas berjalan dengan prinsip saling membutuhkan
dan menguntungkan. Perusahaan inti disini, PT. Jago Ternak Unggas menyediakan
sarana produksi ternak seperti DOC, pakan, vitamin, obat serta pendampingan teknis
budidaya ayam arok, sedangkan peternak plasma menyediakan kandang, tenaga
kerja, dan menanggung sebagian biaya operasional. Dihasilkan profitabilitas yang
positif bagi peternak plasma, dengan rata-rata nilai R/C Ratio diatas 1, yang
menunjukkan bahwa usaha ini layak dan menguntungkan untuk dijalankan; 2)
diperoleh performa ayam buras pada peternak plasma dengan nilai FCR rata-rata
peternak sebesar 2,6, tingkat deplesi (kematian) yang rendah, bobot badan akhir yang
sesuai standar pasar, nilai IP rata-rata sebesar 62,71; 3) berdasarkan data finansial
menunjukkan bahwa usaha ini layak secara ekonomi yang dibuktikan dengan BEP
yang tercapai dan ROI yang positif; dan 4) business plan yang disusun yaitu usaha
budidaya ayam buras sistem kemitraan bernama Jago Farm, dengan populasi 1000
ekor dengan sistem pemeliharaan semi intensif dengan tujuan untuk meyediakan
produksi ayam buras yang berkualitas.