Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan usaha
peternakan domba di Ternakku Farm, Lumajang, sebagai respons terhadap
meningkatnya permintaan daging domba di Indonesia dan tantangan struktural
dalam manajemen peternakan lokal. Metode yang digunakan mencakup
pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi pustaka.
Analisis dilakukan melalui metode SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan,
kelemahan, peluang, dan ancaman, yang kemudian dikembangkan menggunakan
Matriks QSPM untuk menentukan strategi prioritas. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa peternakan memiliki kekuatan pada kualitas genetik domba jenis Cross
Texel, lokasi strategis, dan ketersediaan pakan, tetapi menghadapi kendala seperti
keterbatasan modal dan ancaman wabah penyakit PMK. Strategi SO (StrengthOpportunity) menjadi strategi utama yang direkomendasikan, antara lain ekspansi
jaringan distribusi, peningkatan manajemen kesehatan ternak, dan diversifikasi
produk. Selain itu, penelitian ini menyusun rencana bisnis (business plan) yang
mencakup aspek pemasaran, produksi, keuangan, serta analisis kelayakan usaha.
Kesimpulannya, strategi berbasis SWOT dan QSPM serta business plan dapat
menjadi acuan praktis dalam mengembangkan usaha peternakan domba secara
berkelanjutan di tingkat lokal maupun nasional.