Abstract:
Peningkatan konsumsi daging ayam di Indonesia menjadi peluang besar
dalam pengembangan budidaya ayam, termasuk ayam pejantan layer sebagai
alternatif sumber protein hewani. Namun, performa ayam pejantan layer yang
masih kurang optimal serta tingginya biaya pakan menjadi kendala dalam
budidaya intensif. Salah satu solusi yang dapat diterapkan yaitu dengan
melakukan komplementasi pakan menggunakan bahan alternatif yang lebih
ekonomis, namun tetap memiliki kandungan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan
ayam. Tepung maggot Black Soldier Fly (BSF) merupakan salah satu bahan pakan
lokal yang berpotensi tinggi sebagai sumber protein dan efisien secara nutrisi.
Fase finisher merupakan periode penting dalam pemeliharaan ayam karena
berfokus pada peningkatan bobot dan efisiensi pakan, sehingga dibutuhkan
formulasi pakan yang tepat agar pertumbuhan optimal dan biaya pakan tetap
terkendali.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komplementasi tepung
maggot pada pakan terhadap performa ayam pejantan layer fase finisher serta
kelayakan finansialnya dalam usaha peternakan. Penelitian dilakukan secara
kuantitatif eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan
empat perlakuan: P0 (0% maggot), P1 (2,5% maggot), P2 (5% maggot), dan P3
(7,5% maggot), masing-masing dengan lima ulangan. Parameter yang diamati
meliputi pertambahan bobot badan, bobot akhir, konsumsi pakan, konversi pakan
(FCR), Income Over Feed Cost (IOFC), dan Index Performance (IP). Analisis data
dilakukan menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P2 (5% maggot) memberikan performa
terbaik dengan pertambahan bobot badan harian sebesar 131,74 g/ekor/hari,
bobot akhir 518,16 g/ekor, FCR 2,05, konsumsi pakan 1.175 g/ekor, IOFC sebesar
Rp189.389, dan IP sebesar 101,07. Hasil analisis usaha pada penelitian ini
dengan populasi 100 ekor yaitu R/C rasio 1,03; B/C rasio 0,03; BEP harga
Rp29.083/kg; BEP unit yaitu 85,55 kg; ROI untuk pengembalian investasi sebesar
8,40% dan PP yaitu 12 periode atau 2 tahun 4 bulan. Implementasi business plan
adalah usaha peternakan ayam pejantan layer “BD Nusantara Farm” yang
berlokasi Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur dengan
populasi 2.000 ekor dengan sistem kandang semi close house dengan hasil
analisis usaha yaitu nilai R/C rasio 1,28; B/C rasio 0,28; BEP harga Rp31.313/kg;
BEP unit 1.542 kg; ROI untuk pengembalian investasi sebesar 16% dan PP yaitu
6 periode atau 1 tahun 2 bulan.