PENGARUH KOMPLEMENTASI TEPUNG BLACK SOLDIER FLY (BSF) PADA PAKAN TERHADAP PERFORMA AYAM PEJANTAN LAYER FASE FINISHER

Show simple item record

dc.contributor.author Dhae, Bernadino
dc.date.accessioned 2026-04-23T07:16:49Z
dc.date.available 2026-04-23T07:16:49Z
dc.date.issued 2025-10-20
dc.identifier.other L.310
dc.identifier.uri https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/2107
dc.description.abstract Peningkatan konsumsi daging ayam di Indonesia menjadi peluang besar dalam pengembangan budidaya ayam, termasuk ayam pejantan layer sebagai alternatif sumber protein hewani. Namun, performa ayam pejantan layer yang masih kurang optimal serta tingginya biaya pakan menjadi kendala dalam budidaya intensif. Salah satu solusi yang dapat diterapkan yaitu dengan melakukan komplementasi pakan menggunakan bahan alternatif yang lebih ekonomis, namun tetap memiliki kandungan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan ayam. Tepung maggot Black Soldier Fly (BSF) merupakan salah satu bahan pakan lokal yang berpotensi tinggi sebagai sumber protein dan efisien secara nutrisi. Fase finisher merupakan periode penting dalam pemeliharaan ayam karena berfokus pada peningkatan bobot dan efisiensi pakan, sehingga dibutuhkan formulasi pakan yang tepat agar pertumbuhan optimal dan biaya pakan tetap terkendali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komplementasi tepung maggot pada pakan terhadap performa ayam pejantan layer fase finisher serta kelayakan finansialnya dalam usaha peternakan. Penelitian dilakukan secara kuantitatif eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan: P0 (0% maggot), P1 (2,5% maggot), P2 (5% maggot), dan P3 (7,5% maggot), masing-masing dengan lima ulangan. Parameter yang diamati meliputi pertambahan bobot badan, bobot akhir, konsumsi pakan, konversi pakan (FCR), Income Over Feed Cost (IOFC), dan Index Performance (IP). Analisis data dilakukan menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P2 (5% maggot) memberikan performa terbaik dengan pertambahan bobot badan harian sebesar 131,74 g/ekor/hari, bobot akhir 518,16 g/ekor, FCR 2,05, konsumsi pakan 1.175 g/ekor, IOFC sebesar Rp189.389, dan IP sebesar 101,07. Hasil analisis usaha pada penelitian ini dengan populasi 100 ekor yaitu R/C rasio 1,03; B/C rasio 0,03; BEP harga Rp29.083/kg; BEP unit yaitu 85,55 kg; ROI untuk pengembalian investasi sebesar 8,40% dan PP yaitu 12 periode atau 2 tahun 4 bulan. Implementasi business plan adalah usaha peternakan ayam pejantan layer “BD Nusantara Farm” yang berlokasi Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur dengan populasi 2.000 ekor dengan sistem kandang semi close house dengan hasil analisis usaha yaitu nilai R/C rasio 1,28; B/C rasio 0,28; BEP harga Rp31.313/kg; BEP unit 1.542 kg; ROI untuk pengembalian investasi sebesar 16% dan PP yaitu 6 periode atau 1 tahun 2 bulan. en_US
dc.publisher Polbangtan Malang en_US
dc.relation.ispartofseries Tugas Akhir;L.310-25167
dc.subject Ayam pejantan layer, Tepung maggot BSF, Fase finisher, Performa produksi, Analisis finansial, Business plan en_US
dc.title PENGARUH KOMPLEMENTASI TEPUNG BLACK SOLDIER FLY (BSF) PADA PAKAN TERHADAP PERFORMA AYAM PEJANTAN LAYER FASE FINISHER en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

  • TA 2025
    Tugas Akhir Mahasiswa Lulusan 2025

Show simple item record

Cari


Advanced Search

Browse

My Account