Abstract:
Kambing jawarandu mempunyai sifat prolifik (beranak kembar atau lebih)
yang memiliki nilai profitabilitas cukup tinggi jika di usahakan dalam bidang
breeding. Namun dalam bidang breeding ini, kendala yang dihadapi oleh peternak
yaitu tingkat mortalitas cempe yang cukup tinggi. Hal tersebut disebabkan oleh
rendahnya BCS induk di fase laktasi yang berdampak pada kualitas dan produksi
susu induk . Rendahnya BCS induk dipicu oleh kualitas dan kuantitas pakan yang
kurang memenuhi akibat terbatasnya hijauan segar di musim kemarau.
Penelitian ini berfokus pada evaluasi formula pakan Kambing Jawarandu
betina fase laktasi dalam bentuk Total Mixed Ration (TMR). TMR silase jerami
jagung ini dipilih untuk mengatasi keterbatasan hijauan segar dan mengoptimalkan
jerami jagung yang memiliki potensi untuk dijadikan pakan ternak kambing.
PeneIitian ini bertujuan untuk mengetahui kuaIitas fisik dan nutrisi TMR silase
jerami jagung, performa kambing jawarandu fase laktasi serta kadar protein susu
yang dihasilkan ketika diberikan TMR silase jerami jagung. Metode pengambilan
data dilakukan melalui observasi dan data yang diperoIeh selama peneIitian
dianaIisis menggunakan statistik deskriptif.
Hasil peneIitian menunjukkan bahwa pakan P0 maupun P1 memiIiki
kuaIitas yang baik dan memenuhi standar nutrisi yang berdasar pada Persyaratan
Teknis Minimal Kambing (PTM). Namun dari hasil penelitian ini kandungan nutrisi
pada pakan P1 lebih baik dibandingkan pakan P0. Kemudian jika dilihat dari aspek
performa kambing dan kadar protein susu secara keseluruhan P1 lebih baik jika
dibandingkan dengan P0.