Abstract:
Manajemen pemeliharaan ayam broiler yang baik dan benar dapat dilakukan oleh
sumber daya manusia yang memiliki kompetensi pada bidangnya (Yanfika &
Suprayitno, 2019). Pemerintah Indonesia pada tahun 2004 membuat suatu
kebijakan terkait dengan Standar Kompetensi Kerja Nasinal Indonesia (SKKNI)
untuk memaksimalkan sumber daya manusia terkait dengan pekerjaan yang
diambil. Perluasan bidang kompetensi dilakukan pada tahun 2017 salah satunya
adalah SKKNI Perunggasan yang tercantum dalam Permenaker Nomor 321 Tahun
2017, yang di dalamnya tercantum berbagai okupasi/jabatan salah satunya
okupasi operator farm unggas pedaging yang memiliki 5 unit utama. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui kompetensi operator farm unggas pedaging yang
sesuai SKKNI No. 321 Tahun 2017 pada skema Operator Farm Unggas Pedaging
pada peternakan di wilayah Kabupaten Probolinggo. Metode penelitian yang
digunakan adalah metode campuran (mixed methods) yang menggabungkan
metode penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan teknik pengumpulan data
melalui observasi, wawancara dan studi pustaka. Penelitian ini menggunakan
analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi
operator farm unggas pedaging pada peternakan di wilayah kabupaten
probolinggo berdasarkan penilaian yang dilakukan menurut SKKNI No. 321 Tahun
2017 Skema Operator Farm Unggas Pedaging pada unit (1) Menerapkan
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), (2) Melakukan Biosekuriti, (3)
Menyiapkan Kandang Produksi, (4) Mengelola Unggas Periode Starter, dan (5)
Mengelola Unggas Periode Finisher termasuk belum kompeten. Hal ini disebabkan
oleh kurangnya pengetahuan dan pemahaman serta tidak tercukupinya sarana
dan prasarana selama proses pemeliharaan.