Abstract:
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya produktivitas bunga kol di Desa
Tawangargo akibat serangan ulat daun (Plutella xylostella) dan tingginya
penggunaan pestisida kimia. Daun afrika (Vernonia amygdalina) berpotensi
dimanfaatkan sebagai bahan nanobiopestisida karena mengandung senyawa
bioaktif yang bersifat insektisida. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui
efektivitas nanobiopestisida daun afrika terhadap pengendalian ulat daun, (2)
menyusun rancangan penyuluhan aplikasi nanobiopestisida daun afrika, dan (3)
mengetahui peningkatan pengetahuan dan sikap petani setelah penyuluhan.
Penelitian dilaksanakan di Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso,
Kabupaten Malang. Uji efektivitas dilakukan secara in vitro menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan. Parameter yang
diamati meliputi mortalitas larva, LC₅₀, LT₅₀, dan aktivitas antifeedant. Data
mortalitas dianalisis menggunakan analisis probit, sedangkan aktivitas antifeedant
dianalisis menggunakan one-way ANOVA dan uji DMRT taraf 5%. Rancangan
penyuluhan disusun berdasarkan hasil penelitian dan diimplementasikan kepada
30 petani Kelompok Tani Amar Tani.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanobiopestisida daun afrika efektif
mengendalikan ulat daun (Plutella xylostella). Peningkatan konsentrasi
nanobiopestisida meningkatkan mortalitas larva dan aktivitas antifeedant.
Konsentrasi 24% menghasilkan mortalitas dan aktivitas antifeedant tertinggi,
sedangkan konsentrasi 6% memberikan nilai LT₅₀ tercepat. Nilai LC₅₀ menurun
seiring bertambahnya waktu pengamatan, menunjukkan bahwa semakin lama
waktu paparan, semakin rendah konsentrasi yang dibutuhkan untuk menyebabkan
kematian 50% larva. Hasil evaluasi penyuluhan mampu meningkatkan
pengetahuan dan membentuk sikap positif petani terhadap penggunaan
nanobiopestisida daun afrika sebagai alternatif pengendalian ulat daun.