Abstract:
Tingginya biaya pakan pada budidaya ayam pejantan mendorong perlunya
inovasi dalam penggunaan bahan pakan alternatif yang ekonomis dan bernutrisi.
Susu bubuk afkir, meskipun tidak layak dikonsumsi manusia namun masih
mengandung nutrisi yang dapat meningkatkan efisiensi pakan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengevaluasi implementasi penambahan susu bubuk afkir pada
pakan ayam pejantan terhadap Feed Conversion Ratio (FCR) dan Income Over
Feed Cost (IOFC), serta menganalisis hasil implementasi pada business plan
usaha ayam pejantan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap
(RAL) yang dilaksanakan selama 56 hari dengan total 90 ekor ayam pejantan.
Ayam dibagi ke dalam tiga perlakuan, yaitu P0 (tanpa penambahan susu bubuk
afkir/0%), P1 (penambahan 2% susu bubuk afkir), dan P2 (penambahan 4% susu
bubuk afkir), masing-masing terdiri atas enam ulangan. Data hasil penelitian
dianalisis menggunakan analisis of varians (ANOVA), dan apabila terdapat
perbedaan nyata, dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P2 (4%) memberikan FCR terbaik
sebesar 2,11 kg/ekor dan IOFC tertinggi dengan nilai Rp13.308/ekor. Berdasarkan
hasil analisis finansial pada business plan usaha ayam pejantan dengan populasi
5.000 ekor menunjukkan usaha ini layak dikembangkan dengan R/C Ratio 1,13,
ROI 23,3%, dan Payback Period 7 periode. Penambahan 4% susu bubuk afkir
direkomendasikan untuk meningkatkan efisiensi dan profitabilitas usaha ayam
pejantan.