Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pemberian pakan
Complete Feed Domba (CFD) terhadap tingkat kebuntingan domba melalui
metode Inseminasi Buatan (IB) laparoskopi, serta menilai aspek ekonomis dan
kelayakan finansial usaha pembibitan di peternakan UD Kambing Burja.
Permasalahan utama yang diangkat adalah menurunnya populasi domba,
sehingga IB laparoskopi menjadi alternatif untuk mempercepat peningkatan
populasi. Namun, keberhasilan metode ini juga dipengaruhi oleh kualitas pakan
yang diberikan. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan deskriptif
kuantitatif, menggunakan teknik purposive sampling. Sebanyak 21 ekor domba
betina jenis Awassi dan Lokal DEG digunakan sebagai sampel dan diberi pakan
CFD. Variabel yang diamati meliputi konsumsi pakan, performa ternak (Body
Condition Score, Pertambahan Bobot Badan Harian, dan Feed Conversion Ratio),
tingkat keberhasilan IB laparoskopi, serta analisis finansial dan nilai ekonomis
usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan nutrisi pakan CFD telah
memenuhi standar NRC, tetapi tingkat kebuntingan yang dicapai masih rendah,
yaitu sebesar 38%. Analisis nilai ekonomis menunjukkan bahwa pakan CFD belum
efisien dan efektif, sehingga diperlukan perbaikan manajemen pakan. Meskipun
demikian, secara finansial usaha dinyatakan layak dijalankan, dengan R/C Ratio
sebesar 1,13; B/C Ratio 0,13; ROI 6,6%; dan Payback Period selama 16 periode
(sekitar 2 tahun 8 bulan). Kesimpulannya, pakan CFD belum optimal dalam
meningkatkan performa ternak, namun mampu menekan biaya operasional dan
berpotensi memberikan profitabilitas bagi usaha pembibitan domba betina bunting.