Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek finansial usaha
peternakan ayam broiler dengan pola kemitraan yang menerapkan dua sistem
kandang berbeda, yaitu open house dan semi close house, pada Kariyanto Farm
di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Metode penelitian
meliputi pengumpulan data primer dan sekunder, analisis performa produksi
ayam broiler dengan parameter yang diambil adalah FCR, deplesi, tonase dan IP
serta analisisi kelayakan finansial menggunakan parameter-parameter seperti
R/C Ratio, BEP, ROI, dan payback period (PP). Berdasarkan penelitian yang
sudah dilakukan diketahui dari hasil rata-rata FCR pada kandang semi close
house sebesar 1,558 lebih rendah dibandingkan kandang open house yang
mencapai 1,609, rata-rata deplesi yang dihasilkan pada kandang semi close
house adalah 3,72% lebih rendah dari kandang open yang mencapai 5,16%,
rata-rata hasil tonase yang diperoleh untuk kandang semi close house lebih
besar yaitu 27.785 kg dibandingkan kandang open house yaitu 13.821 kg.
Sedangkan untuk rata-rata IP yang dihasilkan diketahui pada kandang semi
close house sebesar 377 dikatakan lebih unggul dibandingkan kandang open
yang mencapai 345. Untuk hasil analisis finansial yang dilakukan pada penelitian
ini menunjukan bahwa R/C Ratio yang dihasilkan pada kandang open rata-rata
1,08 lebih rendah dibandingkan kandang semi close house yang mencapai 1,11,
hasil B/C Ratio kandang open house sebesar 0,08 dan pada kandang sistem
semi close house B/C Ratio sebesar 0,11. Sedangkan untuk BEP unit dan BEP
rupiah diketahui rata-rata hasil BEP unit kandang Semi close house 25.232 kg
lebih besar dibandingkan kandang open yaitu 12.989 kg, untuk BEP rupiah
diketahui rata-rata yang dihasilkan pada kandang open adalah Rp 21.495 lebih
tinggi dibandingkan kandang semi close house yaitu Rp 20.846. Hasil rata-rata
ROI pada kandang semi close house lebih tinggi mencapai 11,3% dibanding
kandang open yaitu 8 %, dan untuk hasil rata-rata payback period yang
dihasilkan pada kandang open lebih lama yaitu 15 bulan atau setara dengan 1,3
tahun dibandingkan dengan kandang semi close house yang lebih cepat yaitu 9
bulan untuk pengembalian modal. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah
kandang dengan menggunakan sistem semi close house lebih unggul dalam
menghasilkan performa ayam dan secara aspek finansial yang lebih baik.