Abstract:
Meningkatnya kebutuhan akan domba unggul dengan produktivitas tinggi
di sektor peternakan mendorong optimalisasi manajemen pakan, khususnya pada
fase kebuntingan yang krusial. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi
efektivitas penggunaan teknologi pakan Total Mixed Ration (TMR) silase berbasis
bahan lokal dalam mendukung performa produksi dan efisiensi ekonomi
pemeliharaan domba Cross Awassi fase bunting. Formulasi TMR menggunakan
silase Pakchong sebagai sumber serat dan energi, serta Indigofera zollingeriana
sebagai sumber protein berkualitas tinggi dan antioksidan alami. Penelitian
dilakukan melalui metode observasi lapangan, dengan parameter yang diamati
meliputi konsumsi bahan kering (DMI), pertambahan bobot badan harian (PBBH),
konversi pakan (FCR), dan Income Over Feed Cost (IOFC). Hasil menunjukkan
peningkatan konsumsi bahan kering dari 1,74 ± 0,21 menjadi 1,80 ± 0,41
kg/ekor/hari, serta penurunan PBBH dari 178,6 ± 0,42 menjadi 131,4 ± 0,42 g/hari,
yang merupakan respons fisiologis normal pada akhir kebuntingan. Bobot lahir
cempe yang tinggi, yaitu 4,08 ± 0,769 kg, menunjukkan keberhasilan pemenuhan
kebutuhan nutrisi induk. Secara ekonomi, nilai IOFC sebesar Rp 1.374.100/ekor,
R/C Ratio 2,25, ROI 516,47%, dan Payback Period 0,19 tahun mengindikasikan
bahwa penggunaan TMR silase tidak hanya efektif secara nutrisi, tetapi juga
sangat menguntungkan secara finansial. Dengan demikian, TMR silase dapat
direkomendasikan sebagai strategi pakan berkelanjutan dalam sistem
pemeliharaan intensif domba bunting.