Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemberian pakan Complete
Feed Domba (CFD) terhadap tingkat kebuntingan domba melalui metode kawin
alami, serta mengevaluasi aspek ekonomi yang terkait dengan peternak mitra UD.
Kambing Burja. Masalah utama yang diangkat adalah rendahnya tingkat
kebuntingan yang disebabkan oleh penggunaan pakan konvensional yang kurang
optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif
dengan teknik purposive sampling, yang melibatkan 3 peternak mitra UD. Kambing
Burja. Data diperoleh melalui survei, wawancara, kuesioner dan analisis data
sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat kebuntingan tertinggi dicapai
oleh peternak B sebesar 100%, diikuti oleh peternak A sebesar 88%, dan peternak
C sebesar 62,5%. Dari segi efisiensi pakan, nilai Feed Convertion Ratio (FCR)
terbaik diperoleh peternak A 9,5 kg, sementara peternak B dan C masing-masing
memiliki nilai FCR sebesar 12,1 kg dan 13 kg. Secara finansial, usaha peternakan
domba dengan pakan CFD dinyatakan layak. Peternak A memiliki R/C ratio
sebesar 1,09, B/C ratio sebesar 0,09, ROI sebesar 9,5 %, Payback Period 1,3
tahun, dan IOFC sebesar Rp 501.000. Peternak B memiliki R/C ratio sebesar 1,09,
B/C ratio sebesar 0,09, ROI sebesar 9%, Payback Period 2 tahun, dan IOFC
sebesar Rp 453.050. Sementara itu, peternak C memperoleh R/C ratio sebesar
1,05, B/C ratio sebesar 0,05, ROI sebesar 5,1%, Payback Period 2,1 tahun, dan
IOFC sebesar Rp 459.800. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan pakan
CFD, dapat meningkatkan efisiensi pakan sekaligus mendukung keberhasilan
reproduksi domba. Selain itu, hasil analisis finansial memberikan gambaran
penerapan pakan CFD berpotensi meningkatkan produktivitas dan profitabilitas
usaha peternakan, serta menjadi dasar pengembangan sistem kemitraan dalam
bisnis domba betina bunting.