Abstract:
Penyuluhan pertanian yang selama ini dilakukan secara konvensional
kerap terkendala jarak, waktu, dan biaya, sehingga penyampaian informasi
kepada seluruh petani belum optimal. Perkembangan teknologi informasi
membuka peluang penerapan metode penyuluhan digital yang mampu
menjangkau sasaran lebih luas dengan waktu dan sumber daya yang lebih efisien.
Namun, kajian komprehensif yang membandingkan efektivitas kedua metode
tersebut, terutama pada aspek pengetahuan, keterampilan, produktivitas, dan
kepuasan petani, masih terbatas.
Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas metode penyuluhan
konvensional dan digital dalam program penyuluhan pertanian di Kabupaten
Pasuruan. Pendekatan yang digunakan adalah mixed methods dengan
pengumpulan data melalui kuesioner kepada penyuluh pertanian. Populasi
penelitian mencakup seluruh penyuluh pertanian di Kabupaten Pasuruan, dengan
penentuan sampel menggunakan teknik cluster sampling berdasarkan topografi,
sehingga diperoleh 55 responden dari 12 Balai Penyuluhan Pertanian. Indikator
penelitian meliputi: (1) tingkat pengetahuan petani, (2) penerapan praktik
pertanian, (3) produktivitas pertanian, dan (4) kepuasan petani terhadap metode
penyuluhan. Analisis data dilakukan menggunakan paired sample t-test.
Hasil uji statistik menunjukkan nilai p < 0,05 pada seluruh indikator, yang berarti
terdapat perbedaan signifikan antara kedua metode. Pada desain penyuluhan
digital, hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 30%, keterampilan
82%, dan sikap 80%. Pemanfaatan fitur Komunitas pada aplikasi WhatsApp
mempermudah distribusi materi, diskusi interaktif, serta kolaborasi antarpenyuluh,
meskipun masih terkendala kualitas jaringan internet dan perbedaan tingkat literasi
digital. Secara keseluruhan, metode penyuluhan digital terbukti lebih efektif
dibandingkan metode konvensional dalam meningkatkan kapasitas petani, dan
memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai media penyuluhan berkelanjutan.