Abstract:
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pemberian sodium
bikarbonat (NaHCO₃) dalam air minum terhadap performa produksi dan heat
stress pada ayam broiler fase finisher. Penelitian dilaksanakan di Mercyanto Farm,
Kabupaten Pasuruan selama 14 hari menggunakan 54 ekor ayam broiler umur 22-
35 hari. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan
tiga perlakuan: P0 (kontrol tanpa NaHCO₃), P1 (NaHCO₃ 0,5%), dan P2 (NaHCO₃
1%), masing-masing terdiri dari 6 ulangan. Parameter yang diamati meliputi bobot
badan akhir, pertambahan bobot harian (ADG), konversi pakan (FCR), mortalitas,
suhu tubuh, dan frekuensi pernapasan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P1 menghasilkan performa
terbaik dengan bobot badan akhir 2482 g/ekor dan ADG 84,99 g/hari, berbeda
nyata (p<0,05) dibandingkan P0 (2437 g/ekor; 79,99 g/hari) dan P2 (2444 g/ekor;
80,63 g/hari) berdasarkan uji Duncan. Nilai FCR terbaik diperoleh pada P1 (1,95)
dibandingkan P0 (2,33) dan P2 (2,17). Mortalitas terendah terjadi pada P1 (0%)
dibandingkan P0 (5,6%) dan P2 (11,1%).
Pada parameter fisiologis, P1 menunjukkan suhu tubuh terendah (41,48°C)
meskipun tidak berbeda nyata antar perlakuan. Frekuensi pernapasan tertinggi
ditemukan pada P1 (51 kali/menit) yang berbeda nyata (p<0,05) dengan P0 (44
kali/menit) dan P2 (48 kali/menit).
Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian NaHCO₃ 0,5%
dalam air minum efektif meningkatkan performa produksi dan membantu
mengurangi dampak heat stress pada ayam broiler fase finisher. Disarankan
penggunaan NaHCO₃ 0,5% sebagai strategi manajemen nutrisi untuk menghadapi
kondisi iklim tropis.