EVALUASI PERLAKUAN PEMISAHAN AYAM JANTAN DAN BETINA (SEXING) TERHADAP PERFORMA AYAM BROILER PADA PEMELIHARAAN KANDANG CLOSED HOUSE

Show simple item record

dc.contributor.author Dhinoputra, Aldyth Rafie
dc.date.accessioned 2026-02-26T03:12:32Z
dc.date.available 2026-02-26T03:12:32Z
dc.date.issued 2025-10-20
dc.identifier.other L.310
dc.identifier.uri https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/2091
dc.description.abstract Produksi ayam broiler merupakan salah satu sektor peternakan yang berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat. Salah satu hal terpenting dalam memenuhi kebutuhan protein hewani yang banyak digemari masyarakat dan memiliki kandungan protein yang tinggi adalah daging ayam. Keberhasilan pemeliharaan ayam broiler sangat dipengaruhi oleh sistem pemeliharaan, beberapa diantaranya mengenai penggunaan metode sexing (pemisahan ayam jantan dan betina) dan metode non sexing (tanpa pemisahan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan performa ayam dan menganalisis keuangan dari kedua sistem pemeliharaan tersebut serta menerapkan rencana bisnis berdasarkan temuan penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara menjelaskan atau menggambarkan data yang telah dikumpulkan, tanpa membuat kesimpulan yang bersifat umum. Data yang dikumpulkan meliputi aspek performa ayam broiler, seperti bobot badan akhir, mortalitas, Feed Intake, FCR, dan IP, serta data keuangan yang mencakup biaya operasional, pendapatan, dan total penerimaan dalam satu periode produksi. Hasil penelitian dalam aspek performa yang diperolehakan dianalisis dengan Uji perbedaan rata-rata tidak berpasangan (Uji-T Independent). Hasil penelitian menunjukkan bahwa performa ayam broiler pada kandang sexing menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan non sexing. Bobot akhir ayam sexing mencapai 2,381 kg/ekor (41 Hari) dan non-sexing sebesar 2,300 kg/ekor (43 hari). Tingkat mortalitas kandang sexing 6,77% dan non-sexing 7,88%. Konsumsi pakan relatif sama, kandang sexing 4,026 kg/ekor dan non sexing 4,024 kg/ekor. Nilai FCR kandang sexing 1,69 dan non sexing 1,75. Indeks performa kandang sexing 353 (sangat baik) dan non sexing 322 (cukup baik). Performa unggul pada kandang sexing dipengaruhi oleh pemisahan jenis kelamin yang memungkinkan manajemen ruang dan pakan lebih optimal. Secara finansial, menunjukkan kandang sexing lebih menguntungkan dibandingkan kandang non sexing. Nilai BEP harga kandang sexing lebih rendah Rp 18.421 dan non sexing Rp 19.056. R/C dan B/C rasio pada kedua kandang menunjukkan usaha layak dan menguntungkan. ROI kandang sexing lebih tinggi 8,85% dibandingkan non sexing 5,23%, menandakan pengembalian investasi yang lebih cepat. IOFC kandang sexing sebesar Rp 15.807 juga lebih tinggi dari non sexing Rp 14.217, menunjukkan efisiensi ekonomi tetap terjaga meskipun konsumsi pakan meningkat. en_US
dc.publisher Polbangtan Malang en_US
dc.relation.ispartofseries Tugas Akhir;L.310-25129
dc.subject Ayam broiler, Pemisahan jenis kelamin ayam, Performa ayam broiler en_US
dc.title EVALUASI PERLAKUAN PEMISAHAN AYAM JANTAN DAN BETINA (SEXING) TERHADAP PERFORMA AYAM BROILER PADA PEMELIHARAAN KANDANG CLOSED HOUSE en_US
dc.title.alternative (Studi Kasus Di Peternakan PT. Dinamika Megatama Citra) en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

  • TA 2025
    Tugas Akhir Mahasiswa Lulusan 2025

Show simple item record

Cari


Advanced Search

Browse

My Account