Abstract:
Industri peternakan ayam broiler merupakan salah satu sektor strategis
dalam penyediaan protein hewani, di mana fase brooding menjadi tahap krusial
untuk menjamin pertumbuhan dan kesehatan ayam. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis perbedaan performa dan efisiensi usaha ayam broiler menggunakan
dua jenis pemanas brooding, yaitu infrasonik dan central heater, dikandang closed
house milik PT. Dinamika Megatama Citra, Kabupaten Pasuruan. Penelitian
dilakukan secara kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan uji statistik (uji-t
tidak berpasangan dan Mann-Whitney) pada populasi 17.000 ekor yang dibagi rata
ke dalam dua kandang identik berukuran 68×8 m². Parameter yang diamati
meliputi suhu, kelembapan, konsumsi pakan, pertambahan bobot badan (PBB),
Feed Conversion Ratio (FCR), mortalitas, Indeks Perfroma (IP), serta kelayakan
usaha (BEP, B/C ratio, R/C Ratio, ROI). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa
terdapat perbedaaan ayam yang di pelihara menggunakan jenis pemanas central
heater memiliki perfroma ayam yang lebih baik, dengan Feed Conversion Ratio
(FCR) 1,02 lebih rendah dibandingkan dengan pemanas infrasonik 1,05. Selain itu
dari segi biaya pemanas infrasonik lebih menguntungkan yakni sebesar Rp
64.073.669 dibandingkan dengan pemanas central heater hanya mendapatkan
keuntungan sebesar Rp 16.114.169. Hasil ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi
peternak, mahasiswa, insitusi dan masyarakat luas dalam pemilihan jenis pemans
brooding untuk meningkatkan produtivitas dan profitabilitas usaha peternakan ayam
broiler.