Abstract:
Ayam buras atau ayam kampung merupakan salah satu jenis unggas lokal
dengan variansi genetik yang cukup tinggi dan tinggkat adaptasi yang lebih baik
jika dibandingan dengan ayam ras. Namun, proses budidaya ayam buras
memerlukan waktu pemeliharaan yang cukup lama dengan pencapaian performa
yang rendah sehingga industri peternakan ayam menggunakan antibiotic growth
promoter (AGP) sebagai imbuhan pakan untuk meningkatkan performa ayam.
Larva black soldier fly (BSF) yang merupakan larva dari lalat BSF dengan bakteri
asam laktat dalam saluran pencernaannya yang dapat dimanfaatkan sebagai
alternatif AGP.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini kuantitaf eksperimental,
bertujuan untuk menguji hubungan sebap-akibat antara variabel independen dan
dependen dalam kondisi terkontrol. Data dikumpulkan dengan melakukan
observasi terhadap pemberian fermentasi larva black soldier fly terhadap
parameter performa ayam buras meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot
badan, bobot akhir, deplesi, FCR dan indeks performa ayam buras. Konsetrasi
fermentasi larva BSF terdiri dari P0 (0 ml), P1 (1 ml/liter air minum), P2 (3 ml/liter
air minum) dan P3 (5 ml/liter air minum).
Hasil penelitian pemberian konsentrasi fermentasi larva black soldier fly tidak
perpengaruh secara signifikan (p-value > 0,05) secara statistik terhadap perfoma
ayam buras dikarenakan viabilitas secara in vivo bakteri asam laktat masih rendah.
Namun, secara biologis pada parameter pertambahan bobot badan dan bobot
akhir menunjukan tren peningkatan nilai rata-rata dari kontrol, P1, P2 dan P3.
Bobot akhir diperoleh peningkatan bobot akhir seiring dengan peningkatan
konsentrasi sebagai berikut perlakuan kontrol 842,5 gr/ekor, P1 848,9 gr/ekor, P2
852,7 gr/ekor dan P3 858,9 gr/ekor.