Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas penyuluhan mengenai
nilai Brix kolostrum sapi perah terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap
peternak, khususnya anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Lawu 1 di Desa
Sumberpitu, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Masalah utama yang
dihadapi adalah kolostrum pasca-laktasi yang sering dibuang oleh peternak
karena belum memahami kandungan dan manfaatnya. Nilai Brix digunakan
sebagai indikator kualitas kolostrum, yang dapat diukur menggunakan alat
refraktometer.
Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan
deskriptif. Sampel penelitian meliputi 20 sampel kolostrum dan 30 responden
anggota KWT. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan
reliabilitasnya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan pretest–
posttest. Evaluasi penyuluhan dilakukan untuk menilai aspek pengetahuan dan
sikap sebelum dan sesudah penyuluhan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Brix kolostrum sapi perah di
wilayah penelitian bervariasi, dengan sebagian besar berada di atas standar 22%.
Setelah dilakukan penyuluhan, terjadi peningkatan signifikan dalam pengetahuan
dan sikap responden terhadap pentingnya kolostrum dan cara mengukurnya.
Penyuluhan dinilai efektif berdasarkan dua indikator utama: efektivitas
pelaksanaan program (EP) dan efektivitas perubahan perilaku (EPP).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penyuluhan memiliki peran
penting dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan peternak mengenai
potensi kolostrum. Rekomendasi disarankan untuk memperluas kegiatan
penyuluhan serupa ke kelompok tani lain serta meningkatkan pemanfaatan
teknologi sederhana seperti refraktometer dalam praktik peternakan rakyat.