Abstract:
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengkaji efektivitas fermentasi kulit
singkong menggunakan bakteri asam laktat (BAL) sebagai alternatif pakan ternak
dan menilai respon pengetahuan serta sikap peternak terhadap inovasi ini.
Penelitian dilaksanakan di Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten
Malang, pada Januari–Maret 2025. Kelompok tani yang menjadi objek studi adalah
Kelompok Tani Karya Makmur II, yang sebagian besar anggotanya merupakan
peternak kambing pedaging.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan
pendekatan non-probability sampling melalui teknik purposive sampling.
Sebanyak 22 responden dipilih berdasarkan kriteria aktif dalam kelompok tani, usia
produktif, pengalaman beternak, dan keikutsertaan dalam kegiatan penyuluhan.
Hasil uji proksimat menunjukkan bahwa fermentasi kulit singkong dengan
penambahan BAL meningkatkan kandungan serat kasar hingga 19,30% dan nilai
TDN sebesar 55,5%, namun kandungan protein kasar tetap rendah di angka
3,41%. Hal ini menunjukkan fermentasi kulit singkong lebih cocok sebagai sumber
energi dibanding protein. Evaluasi penyuluhan menunjukkan bahwa tingkat
pengetahuan peternak tergolong tinggi (rata-rata skor 12,8 dari 17), dan sikap
tergolong sedang menuju tinggi (rata-rata skor 61,3 dari 90).
Rancangan penyuluhan dilakukan melalui metode ceramah, diskusi, dan
demonstrasi. Evaluasi pascapenyuluhan menunjukkan peningkatan dalam
pengetahuan dan sikap peternak terhadap pemanfaatan limbah kulit singkong.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan edukatif melalui penyuluhan
efektif dalam meningkatkan adopsi teknologi fermentasi limbah pertanian,
sekaligus memperluas inovasi dalam penyediaan pakan alternatif lokal.