Abstract:
Industri sapi perah di Indonesia berperan penting dalam pemenuhan gizi
dan ekonomi masyarakat. Kesadaran konsumen terhadap pentingnya pola
hidup sehat dan kebutuhan akan produk pangan yang aman dari residu kimia
membuat budidaya sapi perah organik hadir sebagai solusi berkelanjutan yang
menekankan kesejahteraan hewan, kelestarian lingkungan, dan keamanan
pangan, dengan susu organik memiliki kandungan lemak, omega-3, dan
antioksidan lebih tinggi serta residu kimia lebih rendah dibanding susu
konvensional. Meskipun demikian, adopsi sistem ini masih rendah di
Kecamatan Tutur, yaitu hanya 2% peternak yang tersertifikasi organik. Penting
untuk mengkaji minat peternak terhadap budidaya organik dan faktor yang
memengaruhinya, terutama di wilayah potensial seperti Desa Sumberpitu.
Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mengetahui minat Peternak sapi
perah di Kecamatan Tutur dalam budidaya sapi perah organik, 2) Mengetahui
faktor yang mempengaruhi minat peternak sapi perah di kecamatan Tutur
dalam budidaya sapi perah organik, 3) Mampu menyusun rancangan
penyuluhan tentang budidaya organik untuk menaikkan minat peternak, 4)
Dapat mengetahui minat peternak sapi perah di Desa Sumberpitu Kecamatan
Tutur setelah dilakukannya penyuluhan.
Penelitian ini dilaksanakan pada periode Januari hingga Februari 2025
dengan pendekatankuantitatif dengan metode penelitian survey. Teknik
pengambilan data data dilakukan dengan wawancara. Populasi penelitian
mencakup 110 peternak sapi perah yang tergabung dalam kelompok aktif di
Desa Sumberpitu. Sampel ditentukan secara acak sederhana ( simple random
sampling) menggunakan rumus Slovin, sehingga diperoleh 52 responden.
Variabel bebas (X) dalam penelitian ini meliputi kepemilikan ternak, tingkat
pendidikan, pengetahuan, lama beternak, usia peternak, peran kelompok, serta
modal awal usaha, sedangkan variabel terikat (Y) adalah minat peternak.
Hasil penelitian didapatkan bahwa kondisi awal minat peternak terhadap
budidaya sapi perah organik di Desa Sumberpitu mayoritas pada kategori
rendah sebanyak (34%). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa variabel X
secara simultan berpengaruh signifikan terhadap minat peternak (sig.
0,00<0,05), dengan faktor kepemilikan ternak (X1), pengetahuan peternak (X3),
dan lama beternak (X4) memberikan pengaruh signifikan secara parsial
(X1=0,032; X3=0,000; X4=0,006) dan nilai R Square sejumlah 89,3%.
Penyuluhan dilakukan untuk meningkatkan minat dan pengetahuan peternak
terhadap budidaya sapi perah organik. Sasaran berjumlah 27 peternak dengan
pengetahuan serta minat yang masuk dalam kategori sangat rendah dan
rendah. Materi disampaikan melalui ceramah dan diskusi kelompok
menggunakan media folder dan proyektor. Hasil evaluasi menunjukkan
peningkatan pengetahuan peternak sasaran penyuluhan sebesar 78% menuju
kategori tinggi dan 15 % sangat tinggi . Minat peternak sapi perah di Desa
Sumberpitu berada pada kategori sangat rendah (16 orang) dan rendah (11
orang). Setelah penyuluhan, terjadi peningkatan signifikan, dengan 25 orang
berada pada kategori minat tinggi dan 2 orang pada kategori sangat tinggi.