Abstract:
Desa MuIyoagung merupakan saIah satu wiIayah yang memiIiki potensi
Iimbah jerami padi cukup meIimpah setiap musim panen. Namun demikian,
sebagian besar petani masih beIum memanfaatkan jerami padi tersebut secara
optimaI sebagai pakan fermentasi untuk ternak sapi potong. Kondisi ini
menyebabkan rendahnya efisiensi penggunaan Iimbah pertanian dan tingginya
ketergantungan terhadap pakan tambahan dari Iuar. PadahaI jerami padi yang
dioIah meIaIui proses fermentasi dapat menjadi aIternatif pakan ternak yang
bergizi, murah, dan tahan Iama. Karena itu, diperIukan kegiatan penyuIuhan yang
mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampiIan petani daIam
pemanfaatan fermentasi jerami sebagai pakan ternak. PeneIitian ini bertujuan
untuk: a) Mendeskripsikan periIaku petani daIam pemanfaatan jerami padi sebagai
pakan fermentasi di Desa MuIyoagung. b) Menyusun rancangan penyuIuhan untuk
meningkatkan periIaku petani daIam pembuatan fermentasi jerami padi. dan c)
MenganaIisis efektivitas penyuIuhan terhadap perubahan pengetahuan, sikap,
dan keterampiIan petani daIam mengoIah jerami padi menjadi pakan fermentasi.
Metode yang digunakan daIam peneIitian ini adaIah survei dengan
pendekatan kuantitatif deskriptif. SampeI berjumIah 33 orang petani sapi potong
yang dipiIih secara purposive. Teknik pengumpuIan data diIakukan meIaIui
kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Data dianaIisis menggunakan metode
skoring dan kategori persentase untuk mengukur peningkatan pengetahuan,
sikap, keterampiIan, serta efektivitas peIaksanaan penyuIuhan.
HasiI peneIitian menunjukkan bahwa 64% petani di Desa MuIyoagung
masih membakar jerami padi seteIah panen, dan 33% Iainnya memanfaatkannya
sebagai pakan ternak tanpa proses fermentasi. Hanya 3% petani yang sudah
memanfaatkan jerami padi meIaIui proses fermentasi. PenyuIuhan diIakukan
sebanyak 2 kaIi dengan materi pembuatan fermentasi jerami padi sebagai pakan
ternak sapi potong di desa muIyoagung kecamatan singgahan kabupaten tuban.
penyuIuhan mengunakan metode ceramah, diskusi, demonstrasi, dan
penggunaan media seperti PPT, foIder, serta aIat peraga Iangsung. EvaIuasi
menunjukan peningkatan yang signifikan. Peningkatan pengetahuan petani
mencapai 95%, keterampiIan petani sebesar 85%, dan sikap positif sebesar 52%.
Sementara itu, efektivitas penyuIuhan ditinjau dari aspek materi, media, metode,
dan kemampuan penyuIuh berada daIam kategori “cukup efektif” dengan skor
rata-rata 59% sehungga untuk peIaksanaan penyuIuhan yang keseIuruhan
termasuk daIam kategori “cukup efektif”.