Abstract:
Tugas akhir ini mengkaji peran penyuluh swasta di KUD Argopuro,
Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo dalam pemanfaatan limbah kotoran
ternak sapi perah. Latar belakang penelitian dilandasi oleh meningkatnya populasi
sapi perah yang menghasilkan limbah kotoran dalam jumlah besar. Jika tidak
dikelola dengan baik, limbah ini dapat mencemari lingkungan. Oleh karena itu,
peran aktif penyuluh swasta dalam mengedukasi peternak mengenai pengolahan
limbah menjadi produk bermanfaat seperti pupuk organik dan biogas sangat
penting.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Peran penyuluh swasta
dalam pemanfaatan limbah kotoran ternak. (2) Penyelenggaraan penyuluhan oleh
pihak swasta. (3) Efektivitas program penyuluhan dalam mengubah sikap dan
perilaku peternak.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif,
serta memanfaatkan analisis data berbantuan software NVivo 12. Data
dikumpulkan melalui wawancara, observasi, studi literatur, dan dokumentasi
dengan informan utama dari penyuluh swasta KUD Argopuro dan PT Nestlé, serta
peternak sapi perah mitra.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh swasta memainkan
berbagai peran penting yaitu: Sebagai motivator, penyuluh membangkitkan
semangat peternak dalam mengelola limbah. Sebagai dinamisator, mendorong
terbentuknya kelompok tani ternak. Sebagai inovator, mengenalkan teknologi
pengolahan limbah menjadi pupuk dan biogas. Sebagai komunikator,
menjembatani peternak dengan pihak eksternal seperti perusahaan dan
pemerintah Sebagai fasilitator, menyediakan pelatihan dan akses informasi. Peran
penyuluh yang paling dominan muncul pada penyuluh swasta di KUD Argopuro
adalah peran sebagai komunikator dan fasilitator.
Program penyuluhan yang diselenggarakan oleh penyuluh swasta dinilai
cukup efektif. Hal ini terlihat dari meningkatnya pengetahuan peternak, adanya
perubahan perilaku, dan mulai diterapkannya teknologi pengolahan limbah secara
mandiri. Namun, masih terdapat beberapa tantangan, seperti keterbatasan
sumber daya manusia, kurangnya sarana pendukung, serta rendahnya kesadaran
sebagian peternak.
Kesimpulannya, penyuluh swasta di KUD Argopuro memiliki kontribusi
nyata dalam pemberdayaan peternak khususnya dalam pengelolaan limbah
ternak. Untuk meningkatkan dampaknya, diperlukan dukungan berkelanjutan dari
pemerintah, swasta, dan institusi pendidikan.