Abstract:
Susu sapi perah merupakan salah satu produk hasil peternakan yang cukup tinggi
peminatnya. Hal ini menjadikan sektor peternakan sapi perah potensial untuk
dikembangkan. Peternakan sapi perah di Indonesia umumnya dikelola secara
tradisional yang seringkali mengabaikan prinsip kesejahteraan hewan. Penerapan
prinsip kesejahteraan hewan dapat meningkatkan kualitas hasil ternak dan
produktivitas. Desa Geger memiliki populasi sapi perah yang tinggi dengan
produktivitas susu yang sedang mengalami penurunan. Prinsip kesejahteraan
hewan yang tidak diterapkan menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi
rendahnya produktivitas ternak. Hal ini mendorong perlunya kajian mengenai
penerapan prinsip kesejahteraan hewan di wilayah tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan prinsip kesejahteraan hewan
pada sapi perah di Gapoktan Tani Sejahtera, mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhi penerapan prinsip kesejahteraan hewan pada sapi perah di
Gapoktan Tani Sejahtera, serta menyusun rancangan, pelaksanaan dan evaluasi
penyuluhan tentang penerapan prinsip kesejahteraan hewan pada sapi perah di
Gapoktan Tani Sejahtera. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif
dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Pengumpulan data dilakukan
dengan metode wawancara dan observasi. Sampel ditentukan dengan metode
random sampling dengan rumus slovin yaitu sebanyak 52 responden. Instrumen
penelitian diuji dengan metode expert judgement. Analisis regresi linear berganda
digunakan untuk menjelaskan pengaruh tingkat pendidikan, umur, lama beternak,
jumlah ternak, pengetahuan terhadap penerapan prinsip kesejahteraan hewan.
Hasil penelitian menunjukkan kondisi penerapan prinsip kesejahteraan hewan
pada sapi perah di Gapoktan Tani Sejahtera berada pada kategori cukup. Umur,
jumlah ternak dan pengetahuan peternak merupakan faktor yang berpengaruh
signifikan terhadap kondisi penerapan prinsip kesejahteraan hewan pada sapi
perah. Faktor umur berpengaruh negatif, sementara jumlah ternak dan
pengetahuan berpengaruh positif. Rancangan penyuluhan disusun dengan
memperhatikan faktor umur, jumlah ternak, dan pengetahuan peternak dengan
tujuan meningkatkan pengetahuan peternak terhadap penerapan prinsip
kesejahteraan hewan. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan dengan metode
anjangsana, ceramah, pemutaran video informatif, dan diskusi dengan media
penyuluhan PowerPoint (slide materi) dan juga video informatif. Hasil evaluasi
penyuluhan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan sasaran
sebesar 20,9% setelah diberikan penyuluhan.