Abstract:
Kajian teknis ini bertujuan untuk mengetahui kualitas produk inovasi
pemanfaatan feses sapi menjadi pupuk organik cair, dan kajian sosial ini bertujuan
untuk mengetahui hubungan antara Pendidikan formal dan umur terhadapa
pengetaahuan dan sikap peternak dalam memanfaatkan feses sai menjadi pupuk
organik cair di kelompok tani Ampelsari Makmur II Desa Tambaksari Kecamatan
Purwodadi Kabupaten Pasuruan.
Kajian teknis ini dilaksanakan di Polbangtan Malang pada bulan
Desember 2024. Hasil dari pupuk organik cair diuji di UPT Pengembangan
Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura Bedali-Lawang untuk mengetahui
kandungan unsur hara makro berupa C-organik, N-organik, P dan K. Hasil kajian
menunjukkan bahwa inovasi pupuk organik cair menggunakan resep feses sapi 1
kg, EM4 250 ml, Molases 250 ml dan air 1,5 liter hasil uji laboratorium
menunjukkan sudah sesuai dengan standar permentan Tahun terdiri dari Corganik minimum 10%, N+P+K 2-6%, dimana hasil yang didapatkan yaitu Corganik 15,21%, N-organik 6,75%, N 2,24%, P2O5 1,96%, dan K2O 1,81% total
NPK 6,01%. Hasil dari kajian ini kemudian menjadi materi penyuluhan yang
dilakukan di kelompok tani Ampelsari Makmur II Desa Tambaksari Kecamatan
Purwodadi Kabupaten Pasuruan pada tanggal 05 Februari 2025 dengan lokasi di
Sekretariat kelompok tani pada pukul 15.00 s/d selesai yang dihadiri oleh anggota
kelompok tani Ampelsari Makmur II yang memiliki ternak sapi sebanyak 30 orang.
Materi yang disampaikan inovasi pemanfaatan feses sapi menjadi pupuk organik
cair, metode yang digunakan yaitu ceramah, diskusi serta demonstrasi cara
dengan bantuan media leaflet dan benda sesungguhnya. Kegiatan penyuIuhan
diIaksanakan secara partisipatif dengan menerapkan pendekatan SMART
(Specific, MeasurabIe, AchievabIe, ReIevant, Time-bound) daIam penetapan
tujuan. Metode yang digunakan meIiputi demonstrasi cara, ceramah, dan diskusi
keIompok. Penyampaian materi didukung oIeh media cetak berupa foIder dan
media visuaI berupa benda sesungguhnya. Adapun fokus utama materi
penyuIuhan adaIah pengenaIan manfaat serta teknik pembuatan pupuk organik
cair dari Iimbah feses sapi. HasiI anaIisis menunjukkan terdapat hubungan positif
yang kuat dan signifikan antara tingkat pendidikan formaI dengan tingkat
pengetahuan petani, korelasi antara pendidikan dan pengetahuan sebesar 0,615
dengan nilai signifikansi 0,000, yang berarti terdapat hubungan positif yang kuat
dan signifikan pada taraf signifikansi 1% (0,01). Artinya, semakin tinggi tingkat
pendidikan seseorang, maka semakin tinggi pula tingkat pengetahuannya.
Selanjutnya, terdapat pula korelasi antara pendidikan dan sikap dengan nilai 0,566
dan signifikansi 0,001. Ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang
cukup kuat dan signifikan antara tingkat Pendidikan formaI dengan sikap petani.
Hasil analisis korelasi Pearson menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif
yang signifikan antara umur dan pengetahuan, dengan nilai koefisien -0,465 dan
nilai signifikansi 0,010, dan koreIasi antara umur dengan sikap menunjukkan
hubungan negatif namun tidak signifikan secara statistik.