PENYULUHAN PEMANFAATAN FESES SAPI MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR DI KELOMPOK TANI AMPELSARI MAKMUR II DESA TAMBAKSARI KECAMATAN PURWODADI KABUPATEN PASURUAN

Show simple item record

dc.contributor.author Diana, Eva
dc.date.accessioned 2026-01-13T07:07:38Z
dc.date.available 2026-01-13T07:07:38Z
dc.date.issued 2025-10-20
dc.identifier.other L.310
dc.identifier.uri https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/2053
dc.description.abstract Kajian teknis ini bertujuan untuk mengetahui kualitas produk inovasi pemanfaatan feses sapi menjadi pupuk organik cair, dan kajian sosial ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Pendidikan formal dan umur terhadapa pengetaahuan dan sikap peternak dalam memanfaatkan feses sai menjadi pupuk organik cair di kelompok tani Ampelsari Makmur II Desa Tambaksari Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan. Kajian teknis ini dilaksanakan di Polbangtan Malang pada bulan Desember 2024. Hasil dari pupuk organik cair diuji di UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura Bedali-Lawang untuk mengetahui kandungan unsur hara makro berupa C-organik, N-organik, P dan K. Hasil kajian menunjukkan bahwa inovasi pupuk organik cair menggunakan resep feses sapi 1 kg, EM4 250 ml, Molases 250 ml dan air 1,5 liter hasil uji laboratorium menunjukkan sudah sesuai dengan standar permentan Tahun terdiri dari Corganik minimum 10%, N+P+K 2-6%, dimana hasil yang didapatkan yaitu Corganik 15,21%, N-organik 6,75%, N 2,24%, P2O5 1,96%, dan K2O 1,81% total NPK 6,01%. Hasil dari kajian ini kemudian menjadi materi penyuluhan yang dilakukan di kelompok tani Ampelsari Makmur II Desa Tambaksari Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan pada tanggal 05 Februari 2025 dengan lokasi di Sekretariat kelompok tani pada pukul 15.00 s/d selesai yang dihadiri oleh anggota kelompok tani Ampelsari Makmur II yang memiliki ternak sapi sebanyak 30 orang. Materi yang disampaikan inovasi pemanfaatan feses sapi menjadi pupuk organik cair, metode yang digunakan yaitu ceramah, diskusi serta demonstrasi cara dengan bantuan media leaflet dan benda sesungguhnya. Kegiatan penyuIuhan diIaksanakan secara partisipatif dengan menerapkan pendekatan SMART (Specific, MeasurabIe, AchievabIe, ReIevant, Time-bound) daIam penetapan tujuan. Metode yang digunakan meIiputi demonstrasi cara, ceramah, dan diskusi keIompok. Penyampaian materi didukung oIeh media cetak berupa foIder dan media visuaI berupa benda sesungguhnya. Adapun fokus utama materi penyuIuhan adaIah pengenaIan manfaat serta teknik pembuatan pupuk organik cair dari Iimbah feses sapi. HasiI anaIisis menunjukkan terdapat hubungan positif yang kuat dan signifikan antara tingkat pendidikan formaI dengan tingkat pengetahuan petani, korelasi antara pendidikan dan pengetahuan sebesar 0,615 dengan nilai signifikansi 0,000, yang berarti terdapat hubungan positif yang kuat dan signifikan pada taraf signifikansi 1% (0,01). Artinya, semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka semakin tinggi pula tingkat pengetahuannya. Selanjutnya, terdapat pula korelasi antara pendidikan dan sikap dengan nilai 0,566 dan signifikansi 0,001. Ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang cukup kuat dan signifikan antara tingkat Pendidikan formaI dengan sikap petani. Hasil analisis korelasi Pearson menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara umur dan pengetahuan, dengan nilai koefisien -0,465 dan nilai signifikansi 0,010, dan koreIasi antara umur dengan sikap menunjukkan hubungan negatif namun tidak signifikan secara statistik. en_US
dc.publisher Polbangtan Malang en_US
dc.relation.ispartofseries Tugas Akhir;L.310-25078
dc.subject Feses sapi, pupuk organik, penyuluhan en_US
dc.title PENYULUHAN PEMANFAATAN FESES SAPI MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR DI KELOMPOK TANI AMPELSARI MAKMUR II DESA TAMBAKSARI KECAMATAN PURWODADI KABUPATEN PASURUAN en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

  • TA 2025
    Tugas Akhir Mahasiswa Lulusan 2025

Show simple item record

Cari


Advanced Search

Browse

My Account