Abstract:
KUB Maggot Jaya Makmur merupakan kelompok usaha bersama yang
melakukan usaha budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) dengan produk utama
yang dihasilkan yakni maggot fresh dan maggot kering. Dalam menjalankan usaha
tersebut, masih terdapat kendala yaitu produksi yang masih kurang dari standar
serta kendala dalam pemasaran. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui model
pemasaran yang efektif untuk memasarkan hasil budidaya maggot Black Soldier
Fly (BSF) di KUB Maggot Jaya Makmur Kelurahan Togogan Kecamatan Srengat
Kabupaten Blitar, mengetahui rancangan penyuluhan model pemasaran hasil
budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), mengetahui evaluasi penyuluhan dan
evaluasi pemasaran hasil budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF).
Kajian dilaksanakan pada Desember 2024-Maret 2025. Metode penelitian
yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan metode Research and
Development (R&D). Metode (R&D) mencakup tiga tahapan utama: 1) Analisis
kebutuhan; 2) Tahap desain; dan 3) Pengembangan dan implementasi. Tahap
analisis kebutuhan dianalisis dengan menggunakan need assesment, tahap
desain dianalisis dengan menggunakan diagram fishbone, dan pengembangan
dan implementasi dilakukan dengan teknik Focus Group Discussion (FGD) sesuai
dengan rancangan penyuluhan, pelaksanaan dan evaluasi. Populasi yang
digunakan yakni 31 anggota KUB Maggot Jaya Makmur, dengan sampel yang
digunakan yaitu total sampling.
Hasil kajian menunjukkan bahwa; 1) aspek kebutuhan pemasaran hasil
budidaya maggot BSF masih belum terpenuhi, sehingga perlu adanya pendekatan
strategis untuk mengoptimalkan pemasaran; 2) dilakukannya perumusan model
pemasaran hasil budidaya maggot BSF yang mencakup strategi pemasaran, serta
3) pengembangan dan implementasi model pemasaran hasil budidaya maggot
BSF sesuai dengan rancangan penyuluhan, pelaksanaan dan evaluasi. Evaluasi
yang dilakukan meliputi evaluasi penyuluhan dan evaluasi pemasaran.
Berdasarkan hasil evaluasi penyuluhan, menghasilkan tingkat keberhasilan tinggi
dimana 90% anggota KUB menunjukkan peningkatan kemampuan dalam
memahami dan menerapkan model pemasaran hasil budidaya maggot BSF.
Sedangkan, pada evaluasi pemasaran berdasarkan hasil perhitungan ROMI
didapatkan pencapaian penjualan sebesar 1,7 yang menunjukkan adanya
keuntungan sebesar 0,70 dari setiap Rp1 biaya pemasaran. Kesimpulan penelitian
ini menegaskan bahwa penerapan model pemasaran hasil budidaya maggot BSF
dapat menjadi solusi yang efektif bagi anggota KUB dalam meningkatkan daya
saing produk. Disarankan agar anggota KUB mempertahankan pemasaran yang
ada dan terus mengembangkan strategi pemasaran dengan memanfaatkan media
sosial lainnya untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.