Abstract:
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya potensi besar dalam
mendukung pemulihan perekonomian nasional karena tingginya permintaan
konsumsi susu di Indonesia, akan tetapi produksi susu dalam negeri termasuk di
Kabupaten Malang sebagai sentra produksi susu masih belum mencukupi
kebutuhan susu nasional. Salah satu koperasi yang bergerak di bidang
pengolahan susu adalah Koperasi Unit Desa (KUD) Sumber Makmur Kecamatan
Ngantang dengan total populasi sapi perah mencapai 15.980 ekor pada tahun
2024. Meskipun memiliki jumlah populasi yang cukup banyak, pada kenyatannya
KUD Sumber Makmur Kecamatan Ngantang masih belum dapat meningkatkan
angka kelahiran. Rendahnya angka kelahiran sapi perah di KUD Sumber Makmur
Kecamatan Ngantang dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman peternak
mengenai pentingnya tahapan-tahapan persiapan inseminasi buatan. Peternak
juga terkendala dalam penerapan yang disebabkan oleh minimnya akses terhadap
informasi dan pelatihan teknis mengenai persiapan inseminasi buatan sehingga
berdampak terhadap produktivitas sapi perah dimana tanpa persiapan inseminasi
buatan yang optimal, resiko kegagalan inseminasi buatan menjadi tinggi yang
berdampak pada kerugian waktu, biaya, tenaga, dan penurunan tingkat
kepercayaan peternak terhadap teknologi inseminasi buatan. Penelitian ini
difokuskan pada penilaian kompetensi peternak Desa Waturejo dalam persiapan
inseminasi buatan pada sapi perah yang hasilnya dapat menjadi dasar untuk
menyusun program pelatihan atau kebijakan selanjutnya oleh pemerintah berupa
dokumen yang berisi panduan, instrument, dan hasil penilaian kompetensi
peternak dalam persiapan inseminasi buatan berbasis lapang.
Tujuan penelitian ini adalah: 1) mendeskripsikan kompetensi awal peternak
dalam persiapan inseminasi buatan pada sapi perah di Desa Waturejo Kecamatan
Ngantang Kabupaten Malang, 2) melaksanakan penyuluhan tentang persiapan
inseminasi buatan pada sapi perah di Desa Waturejo Kecamatan Ngantang
Kabupaten Malang, 3) menganalisis efektivitas penyuluhan tentang persiapan
inseminasi buatan pada sapi perah di Desa Waturejo Kecamatan Ngantang
Kabupaten Malang, 4) menganalisis peningkatan kompetensi peternak setelah
dilakukannya penyuluhan tentang persiapan inseminasi buatan pada sapi perah di
Desa Waturejo Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang.
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Waturejo Kecamatan Ngantang
Kabupaten Malang dalam rentang waktu 3 bulan yaitu Desember 2024-Februari
2025.Populasi sebanyak 213 peternak dan sampel dipilih menggunakan teknik
purposive sampling dengan kriteria peternak anggota aktif KUD Sumber Makmur
Kecamatan Ngantang, memiliki pengalaman beternak minimal 2 tahun, peternak
yang memiliki minimal 3 ekor sapi perah, peternak yang memiliki sapi perah yang
sedang dalam masa birahi pada waktu peneliti an, dan peternak yang
menggunakan metode inseminasi buatan. Penilitian ini berfokus pada pengukuran tingkat kompetensi peternak dalam persiapan inseminasi buatan pada sapi perah.
Penilaian kompetensi dilakukan dengan cara anjangsana, observasi, dan
wawancara. Instrument dalam penilaian kompetensi dalam penelitian ini terdapat
6 unit kompetensi, 17 elemen, dan 30 kriteria unjuk kerja. Metode analisis yang
digunakan yaitu dengan analisis deskriptif kuantitatif dengan menghitung
persentase peningkatan kompetensi peternak.
Hasil dari penelitian ini yaitu Kondisi kompetensi awal peternak dalam
persiapan inseminasi buatan pada sapi perah menunjukkan bahwa sebanyak 43
peternak dinyatakan belum kompeten (BK) dalam persiapan inseminasi buatan
karena belum memenuhi 30 kriteria unjuk kerja. Penyuluhan yang dilakukan
menggunakan metode anjangsana dan diskusi kelompok serta media cetak
berupa leaflet, power point, dan penayangan video berada pada kategori sangat
efektif dengan evektivitas keseluruhan mencapai 84,7%. Setelah dilakukannya
penyuluhan, terjadi peningkatan kompetensi sebesar 32,6% dengan 14 peternak
dinyatakan kompeten. Kompetensi tertinggi dicapai pada unit memastikan
kesehatan sapi perah sebelum dikawinkan, sedangkan unit kompetensi terendah
yaitu pada unit menerapkan kebersihan kandang.
Implikasi dari penelitian ini adalah tersusunnya dokumen penilaian
kompetensi peternak dalam persiapan inseminasi buatan pada sapi perah yang
telah didaftarkan sebagai hak cipta. Dengan demikian, dokumen penilaian
kompetensi tersebut memiliki legalitas dan dapat digunakan secara luas sebagai
acuan standar penilaian kompetensi oleh instansi atau pihak terkait di seluruh
Indonesia.