KOMPETENSI PETERNAK DALAM PERSIAPAN INSEMINASI BUATAN PADA SAPI PERAH DI DESA WATUREJO KECAMATAN NGANTANG KABUPATEN MALANG

Show simple item record

dc.contributor.author Rakhmalia, Arini
dc.date.accessioned 2025-12-27T23:52:31Z
dc.date.available 2025-12-27T23:52:31Z
dc.date.issued 2025-10-20
dc.identifier.other L.310
dc.identifier.uri https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/2036
dc.description.abstract Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya potensi besar dalam mendukung pemulihan perekonomian nasional karena tingginya permintaan konsumsi susu di Indonesia, akan tetapi produksi susu dalam negeri termasuk di Kabupaten Malang sebagai sentra produksi susu masih belum mencukupi kebutuhan susu nasional. Salah satu koperasi yang bergerak di bidang pengolahan susu adalah Koperasi Unit Desa (KUD) Sumber Makmur Kecamatan Ngantang dengan total populasi sapi perah mencapai 15.980 ekor pada tahun 2024. Meskipun memiliki jumlah populasi yang cukup banyak, pada kenyatannya KUD Sumber Makmur Kecamatan Ngantang masih belum dapat meningkatkan angka kelahiran. Rendahnya angka kelahiran sapi perah di KUD Sumber Makmur Kecamatan Ngantang dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman peternak mengenai pentingnya tahapan-tahapan persiapan inseminasi buatan. Peternak juga terkendala dalam penerapan yang disebabkan oleh minimnya akses terhadap informasi dan pelatihan teknis mengenai persiapan inseminasi buatan sehingga berdampak terhadap produktivitas sapi perah dimana tanpa persiapan inseminasi buatan yang optimal, resiko kegagalan inseminasi buatan menjadi tinggi yang berdampak pada kerugian waktu, biaya, tenaga, dan penurunan tingkat kepercayaan peternak terhadap teknologi inseminasi buatan. Penelitian ini difokuskan pada penilaian kompetensi peternak Desa Waturejo dalam persiapan inseminasi buatan pada sapi perah yang hasilnya dapat menjadi dasar untuk menyusun program pelatihan atau kebijakan selanjutnya oleh pemerintah berupa dokumen yang berisi panduan, instrument, dan hasil penilaian kompetensi peternak dalam persiapan inseminasi buatan berbasis lapang. Tujuan penelitian ini adalah: 1) mendeskripsikan kompetensi awal peternak dalam persiapan inseminasi buatan pada sapi perah di Desa Waturejo Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang, 2) melaksanakan penyuluhan tentang persiapan inseminasi buatan pada sapi perah di Desa Waturejo Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang, 3) menganalisis efektivitas penyuluhan tentang persiapan inseminasi buatan pada sapi perah di Desa Waturejo Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang, 4) menganalisis peningkatan kompetensi peternak setelah dilakukannya penyuluhan tentang persiapan inseminasi buatan pada sapi perah di Desa Waturejo Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Waturejo Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang dalam rentang waktu 3 bulan yaitu Desember 2024-Februari 2025.Populasi sebanyak 213 peternak dan sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria peternak anggota aktif KUD Sumber Makmur Kecamatan Ngantang, memiliki pengalaman beternak minimal 2 tahun, peternak yang memiliki minimal 3 ekor sapi perah, peternak yang memiliki sapi perah yang sedang dalam masa birahi pada waktu peneliti an, dan peternak yang menggunakan metode inseminasi buatan. Penilitian ini berfokus pada pengukuran tingkat kompetensi peternak dalam persiapan inseminasi buatan pada sapi perah. Penilaian kompetensi dilakukan dengan cara anjangsana, observasi, dan wawancara. Instrument dalam penilaian kompetensi dalam penelitian ini terdapat 6 unit kompetensi, 17 elemen, dan 30 kriteria unjuk kerja. Metode analisis yang digunakan yaitu dengan analisis deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase peningkatan kompetensi peternak. Hasil dari penelitian ini yaitu Kondisi kompetensi awal peternak dalam persiapan inseminasi buatan pada sapi perah menunjukkan bahwa sebanyak 43 peternak dinyatakan belum kompeten (BK) dalam persiapan inseminasi buatan karena belum memenuhi 30 kriteria unjuk kerja. Penyuluhan yang dilakukan menggunakan metode anjangsana dan diskusi kelompok serta media cetak berupa leaflet, power point, dan penayangan video berada pada kategori sangat efektif dengan evektivitas keseluruhan mencapai 84,7%. Setelah dilakukannya penyuluhan, terjadi peningkatan kompetensi sebesar 32,6% dengan 14 peternak dinyatakan kompeten. Kompetensi tertinggi dicapai pada unit memastikan kesehatan sapi perah sebelum dikawinkan, sedangkan unit kompetensi terendah yaitu pada unit menerapkan kebersihan kandang. Implikasi dari penelitian ini adalah tersusunnya dokumen penilaian kompetensi peternak dalam persiapan inseminasi buatan pada sapi perah yang telah didaftarkan sebagai hak cipta. Dengan demikian, dokumen penilaian kompetensi tersebut memiliki legalitas dan dapat digunakan secara luas sebagai acuan standar penilaian kompetensi oleh instansi atau pihak terkait di seluruh Indonesia. en_US
dc.publisher Polbangtan Malang en_US
dc.relation.ispartofseries Tugas Akhir;L.310-25101
dc.subject Inseminasi buatan, sapi perah, kompetensi peternak en_US
dc.title KOMPETENSI PETERNAK DALAM PERSIAPAN INSEMINASI BUATAN PADA SAPI PERAH DI DESA WATUREJO KECAMATAN NGANTANG KABUPATEN MALANG en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

  • TA 2025
    Tugas Akhir Mahasiswa Lulusan 2025

Show simple item record

Cari


Advanced Search

Browse

My Account