Abstract:
Biji botani bawang merah (TSS) dinilai lebih efisien karena kebutuhan
bibitnya relatif sedikit. Namun, TSS memiliki kekurangan diantaranya daya tumbuh
yang cenderung rendah, kurang seragamnya pertumbuhan dan waktu persemaian
yang relatif lama. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melalui seed
priming. Kajian dilakukan untuk mengetahui adanya interaksi antara metode seed
priming dan varietas TSS, menilai kelayakan usaha, serta mengukur peningkatan
pengetahuan petani setelah dilakukan diseminasi. Penelitian dilangsungkan pada
bulan Juni-Juli 2026 di Kecamatan Lawang. Rancangan yang digunakan
merupakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor 1 merupakan 4
metode seed priming, faktor 2 adalah 3 varietas TSS. Data di analisis dengan
ANOVA dua arah, kemudian diuji lanjut DMRT taraf 5%. Analisis usaha dilakukan
pada perlakuan terbaik dan didiseminasikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa
interaksi antara metode seed priming dan varietas TSS berpengrauh nyata pada
daya tumbuh lapangan dan jumlah daun, namun selain itu pada para meter daya
berkecambah, indeks vigor, kecepatan tumbuh, potensi tumbuh maksimal dan
tinggi tanaman berpengaruh secara mandiri antara metode seed priming ataupun
varietas. Kombinasi ekstrak bawang merah dengan varietas Lokananta
menunjukkan respons pertumbuhan terbaik, dengan daya tumbuh lapangan
sebesar 75,42% dan rata-rata jumlah daun tertinggi sebesar 2,48 helai. Analisis
usaha pembibitan TSS dilakukan untuk mengetahui kelayakan usaha.
Peningkatan pengetahuan pasca diseminasi mengalami peningkatan
pengetahuan sebesar 0,80 atau dalam kategori tinggi.