Abstract:
Tomat (Solanum lycopersicum L.) membutuhkan bibit berkualitas agar proses
budidaya dapat berlangsung dengan baik. Kajian ini diarahkan untuk menilai
pengaruh media pembibitan berbahan organik terhadap mutu fisiologis dan
pertumbuhan bibit, menilai kelayakan usaha pembibitan, serta mengukur
keberhasilan diseminasi hasil kajian kepada petani. Percobaan berlangsung pada
Februari-Juli 2026 di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Rancangan yang
digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima jenis perlakuan
media dan lima ulangan. Data percobaan diuji melalui ANOVA, kemudian
dilanjutkan dengan DMRT pada taraf 5%. Analisis juga mencakup kelayakan
usaha serta evaluasi diseminasi melalui pre-test dan post-test. Media pembibitan
tidak menimbulkan perbedaan nyata pada daya kecambah, tetapi menunjukkan
pengaruh nyata terhadap mutu fisiologis dan pertumbuhan bibit. Perlakuan T1
berupa cocopeat + tanah memberikan performa pertumbuhan terbaik, yaitu tinggi
15,65 cm, jumlah daun 5,75 helai, diameter batang 2,228 mm, bobot segar 3,634
g, dan bobot kering 0,446 g. Hasil perhitungan finansial menunjukkan bahwa
usaha pembibitan layak dikembangkan. Kegiatan diseminasi juga mampu
meningkatkan pengetahuan petani; rata-rata N-Gain mencapai 0,794 dalam
kategori tinggi dan 86,67% peserta berada pada kategori peningkatan tinggi. Uji
Paired Sample t-test memperlihatkan perbedaan bermakna antara skor pre-test
dan post-test (Sig. < 0,001). Berdasarkan keseluruhan hasil tersebut, komposisi
cocopeat + tanah layak direkomendasikan sebagai media pembibitan tomat yang
efektif.