Abstract:
Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah menghadirkan aplikasi
Plantix yang dapat membantu petani mengidentifikasi hama dan penyakit
tanaman melalui foto. Meskipun demikian, pemanfaatannya oleh petani masih
rendah, termasuk di Desa Kayukebek, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan.
Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi adopsi
aplikasi Plantix serta menyusun penyuluhan yang sesuai dengan kebutuhan
petani.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan 58 petani
cabai sebagai responden yang dipilih secara purposive sampling. Data
dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier
berganda, serta didukung evaluasi penyuluhan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan (85%) dan sikap petani
terhadap Plantix (81%) sudah tinggi, sedangkan keputusan menggunakan aplikasi
(69%) dan penerapannya (49%) masih belum optimal. Analisis regresi
menunjukkan bahwa frekuensi penggunaan smartphone, dukungan penyuluh
pertanian, serta pengaruh sosial dan lingkungan berpengaruh signifikan terhadap
adopsi Plantix, sedangkan umur, tingkat pendidikan, lama usahatani, akses
informasi dan pelatihan, serta ketersediaan akses internet tidak berpengaruh
signifikan.
Berdasarkan hasil tersebut, dilaksanakan penyuluhan melalui ceramah, diskusi,
demonstrasi, dan praktik penggunaan Plantix. Penyuluhan terbukti meningkatkan
pengetahuan petani dari 60% menjadi 83%, membentuk sikap yang lebih positif,
serta meningkatkan keterampilan penggunaan aplikasi hingga mencapai 74,9%
(kategori tinggi). Hasil penelitian menegaskan bahwa keberhasilan adopsi Plantix
dipengaruhi oleh intensitas penggunaan smartphone, peran penyuluh, dan
dukungan lingkungan, sehingga pendampingan yang berkelanjutan diperlukan
untuk mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam pengendalian OPT.