Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kacang panjang sebagai
komoditas hortikultura yang memiliki nilai gizi tinggi dan prospek pasar yang
menjanjikan. Namun, produktivitas tanaman dapat mengalami penurunan akibat
pengelolaan unsur hara yang belum efisien serta penggunaan pupuk anorganik
secara berlebihan. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas tanah,
mengurangi aktivitas mikroorganisme, dan meningkatkan biaya produksi. Oleh
karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh aplikasi Bacillus subtilis,
Azospirillum sp., dan Pseudomonas fluorescens pada berbagai konsentrasi pupuk
NPK terhadap pertumbuhan dan produktivitas kacang panjang, menilai kelayakan
usahanya, serta menyebarluaskan hasil penelitian kepada petani melalui kegiatan
diseminasi.
Penelitian dilaksanakan pada Januari-Mei 2026 di lahan Politeknik
Pembangunan Pertanian Malang, Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten
Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan
dua faktor. Faktor pertama terdiri atas tanpa bakteri, Bacillus subtilis, Azospirillum
sp., dan Pseudomonas fluorescens, sedangkan faktor kedua berupa konsentrasi
pupuk NPK 16-16-16 sebesar 25%, 50%, 75%, dan 100%. Kombinasi kedua faktor
menghasilkan 16 perlakuan dengan tiga ulangan sehingga diperoleh 48 satuan
percobaan. Parameter yang diamati meliputi jumlah daun, jumlah cabang, panjang
polong, berat polong, dan produktivitas. Data dianalisis menggunakan Two-Way
ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Tukey HSD taraf 5% apabila menunjukkan
perbedaan nyata.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri dan konsentrasi NPK
memberikan respons yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman.
Bacillus subtilis secara konsisten menghasilkan jumlah daun dan jumlah cabang
yang lebih baik. Pada panjang polong, Pseudomonas fluorescens secara deskriptif
cenderung menghasilkan nilai lebih tinggi pada awal panen, sedangkan Bacillus
subtilis menunjukkan hasil yang lebih stabil hingga akhir pengamatan.
Produktivitas tertinggi diperoleh pada perlakuan B1K3, yaitu kombinasi Bacillus
subtilis dan NPK 75%, sebesar 5.590 kg/1.000 m². Hasil tersebut menunjukkan
bahwa penggunaan Bacillus subtilis berpotensi mengurangi dosis pupuk NPK
sebesar 25% dengan tetap menghasilkan produktivitas yang tinggi.
Analisis kelayakan menunjukkan bahwa perlakuan B1K3 layak secara
ekonomi. Harga pokok produksi Rp1.318/kg lebih rendah daripada harga jual
Rp6.000/kg, dengan BEP produksi 1.228 kg. Nilai R/C ratio 4,55 menunjukkan
bahwa setiap biaya Rp1,00 menghasilkan penerimaan Rp4,55, sedangkan B/C
ratio 3,55 menunjukkan keuntungan bersih Rp3,55. Penelitian didiseminasikan
kepada 30 anggota Kelompok Tani Sari Agung 1 di Desa Pujon Kidul melalui
ceramah, diskusi menggunakan media PowerPoint, dan leaflet. Pengetahuan
peserta meningkat dari 49,8% pada pre-test menjadi 86,3% pada post-test, atau
sebesar 36,5%. Dengan demikian, kombinasi Bacillus subtilis dan NPK 75% dapat
direkomendasikan sebagai teknologi budidaya kacang panjang yang produktif,
layak secara ekonomi, mengurangi pupuk anorganik, dan mendukung pertanian
berkelanjutan.