Abstract:
Penelitian ini bertujuan mengembangkan trichokompos diperkaya
nanopartikel ZnO sebagai pupuk organik berkualitas yang mampu meningkatkan
mutu kompos, pertumbuhan dan produksi tanaman, serta memiliki nilai ekonomi.
Pengembangan inovasi dilakukan sebagai alternatif penggunaan pupuk kimia
yang berlebihan dengan memanfaatkan kotoran kambing sebagai bahan baku,
Trichoderma sp. sebagai agen dekomposer, dan nanopartikel ZnO sebagai
sumber unsur hara mikro. Penelitian juga mencakup analisis kelayakan usaha
serta diseminasi inovasi produk melalui media sosial YouTube.
Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat
perlakuan dosis nanopartikel ZnO (P0, P1, P2, dan P3). Parameter yang diamati
meliputi kualitas kompos, pertumbuhan, dan produksi cabai rawit varietas Juwita
25 F1, analisis kelayakan finansial usaha, serta respons masyarakat terhadap
diseminasi inovasi produk melalui media sosial YouTube. Data dianalisis
menggunakan ANOVA yang dilanjutkan uji DMRT taraf 5% dan analisis deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa trichokompos diperkaya nanopartikel
ZnO pada seluruh perlakuan telah memenuhi persyaratan mutu pupuk organik
berdasarkan SNI 7763:2024. Perlakuan P2 dan P3 memberikan hasil terbaik
terhadap parameter pengamatan. Analisis finansial menunjukkan usaha layak
dikembangkan dengan R/C Ratio 1,34 dan ROI 34%. Hasil respon responden
diseminasi inovasi produk melalui media sosial YouTube memperoleh nilai ratarata pencapaian 75,6%, yang menunjukkan respons masyarakat dalam kategori
positif. Hasil penelitian membuktikan bahwa trichokompos diperkaya nanopartikel
ZnO berpotensi menjadi pupuk organik inovatif yang mendukung produktivitas
tanaman, pertanian berkelanjutan, serta pengembangan usaha pupuk organik.