Abstract:
Kualitas penyuluhan pertanian dipengaruhi kemampuan penyuluh dalam
menetapkan metode penyuluhan yang sesuai dengan karakteristik sasaran dan
kondisi wilayah. Di Kabupaten Pasuruan, penetapan metode penyuluhan masih
belum sepenuhnya berbasis analisis kebutuhan, sehingga berpotensi
menurunkan efektivitas penyuluhan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktorfaktor yang memengaruhi penetapan metode penyuluhan, menyusun rancangan
penyuluhan, serta mengevaluasi implementasinya. Penelitian menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 52 penyuluh pertanian
yang dipilih menggunakan cluster sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner
skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis
menggunakan analisis deskriptif, korelasi Rank Spearman, dan regresi linier
berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik dan keterampilan
penyuluh berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas penyuluhan,
dengan keterampilan penyuluh sebagai faktor yang paling dominan. Berdasarkan
hasil tersebut, disusun rancangan penyuluhan menggunakan kombinasi metode
ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik yang didukung media PowerPoint,
leaflet, serta video pembelajaran. Implementasi penyuluhan terbukti
meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan penyuluh dalam
menetapkan metode penyuluhan. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas
penyuluh melalui pelatihan berkelanjutan dan pemanfaatan media pembelajaran
digital perlu terus dioptimalkan untuk meningkatkan kualitas penyuluhan
pertanian di Kabupaten Pasuruan.