| dc.description.abstract |
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan arang sebagai
sumber panas alternatif selama fase starter pemeliharaan broiler dalam sistem
kandang semi closed House. Fase starter (umur 0-14 hari) merupakan masa kritis
bagi pertumbuhan broiler, yang membutuhkan suhu dan kelembaban optimal
untuk menunjang performa ayam, termasuk pertambahan bobot dan rendahnya
angka kematian (mortalitas).
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, menggunakan data
primer dari hasil observasi langsung dan wawancara, serta data sekunder dari
literatur. Penelitian ini dilaksanakan pada kandang semi closed house dengan
kapasitas 7.070 ekor ayam, menggunakan arang kayu sebagai pemanas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan arang sebagai pemanas
mampu menjaga suhu dan kelembaban kandang sesuai standar kebutuhan broiler
pada fase starter. Pertumbuhan bobot badan selama masa starter memiliki ratarata sebesar 515 g/ekor, feed intake sebesar 37,4, FCR sebesar 1.09 serta angka
mortalitas selama masa brooding sebesar 1,10%. Secara finansial, pemanfaatan
arang juga menurunkan biaya produksi dibandingkan dengan pemanas berbahan
LPG. Analisis kelayakan usaha menunjukkan bahwa penggunaan arang sebagai
pemanas pada fase brooding menunjukkan nilai R/C rasio > 1 , yang berarti usaha
layak dan menguntungkan.
Secara keseluruhan, penggunaan arang sebagai sumber panas pada masa
starter terbukti efisien secara teknis dan ekonomis, serta ramah lingkungan.
Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan alternatif bagi para
peternakguna meningkatkan kinerja peternak broiler serta mengurangi produksi. |
en_US |