| dc.description.abstract |
Dalam latar belakang penelitian, penulis menggaris bawahi bahwa abon itik
menjadi semakin diminati oleh masyarakat Indonesia. Namun, kualitas fisik dan
kandungan gizi produk ini bervariasi, tergantung pada strain itik yang digunakan
sebagai bahan baku. Mengingat meningkatnya minat konsumen terhadap olahan
daging itik, penting untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kualitas
fisik dan gizi dari abon itik, agar informasi ini dapat bermanfaat bagi produsen dan
pemangku kepentingan di sektor ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mencapai dua hal utama: pertama, untuk mengeksplorasi pengaruh berbagai
strain itik terhadap kualitas fisik dan kandungan gizi abon yang dihasilkan; kedua,
untuk melakukan analisis usaha terkait produk abon itik dari berbagai strain
tersebut.
Metode penelitian dilakukan di Laboratorium Teknologi Pengolahan Hasil
Peternakan antara bulan Desember 2024 dan Januari 2025, menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan P1 abon itik peking, abon
itik hibrida, abon entok. pengujian pada parameter seperti pH, susut masak, dan
kandungan gizi, yang semuanya merupakan indikator penting dalam menilai
kualitas produk.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strain itik memiliki pengaruh signifikan
terhadap kualitas fisik dan gizi abon. Misalnya, strain Peking memiliki kadar protein
tertinggi di antara strain lainnya, yang menunjukkan potensi gizi yang lebih baik.
Di sisi lain, strain entog menunjukkan nilai susut masak terendah, artinya daging
dari strain ini lebih tahan terhadap kehilangan berat selama proses pemasakan.
Penelitian ini juga membahas aspek analisis kelayakan usaha pembuatan abon
itik dengan mempertimbangkan biaya produksi dan potensi keuntungan yang bisa
diperoleh oleh pelaku usaha. Penulis juga memberikan saran untuk penelitian lebih
lanjut, seperti mengevaluasi preferensi masyarakat terhadap produk abon dan
mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif untuk meningkatkan daya
saing produk di pasar. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya berkontribusi
pada pengembangan ilmu pengetahuan di bidang agribisnis peternakan, tetapi
juga memberikan rekomendasi praktis bagi industri pengolahan daging itik di
Indonesia. |
en_US |