| dc.description.abstract |
Kebutuhan daging ayam broiler di Indonesia terus mengalami peningkatan
pada setiap tahunya, kondisi ini mendorong para peternak untuk mengoptimalkan
produksi secara efisien agar mampu memenuhi permintaan pasar sekaligus
meningkatkan profitabilitas usaha. Namun, pemilihan pakan pada fase finisher
juga sangat penting, karena kandungan nutrisi yang sesuai akan menunjang
produktivitas. Sehingga perlu adanya kesesuaian nutrisi dan bentuk fisik pakan
finisher untuk mendapatkan hasil performa yang optimal. Dua jenis pakan yang
digunakan pada fase finisher yaitu crumble dan pellet. Kemudian dibandingkan
untuk mengetahui perbedaan performa dan analisis kelayakan usaha, dengan
parameter yang diamati meliputi feed intake, pertambahan bobot badan,
mortalitas, Feed Conversion Ratio (FCR), Indeks Performans (IP), Break Even
Point (BEP), R/C ratio, B/C ratio, serta total biaya pemeliharaan. Kesimpulan dari
hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ayam yang diberi pakan pellet (P1)
memiliki performa yang sedikit lebih tinggi, namun feed intake (P1) juga lebih tinggi
dari (P0). Sedangkan untuk efisiensi biaya pemeliharaan kelompok yang diberi
pakan crumble (P0) lebih unggul dibandingkan kelompok yang diberi pakan pellet
(P1) dengan nilai Feed Conversion Ratio (FCR) lebih rendah dan memiliki
keuntungan yang lebih besar. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan
bagi peternak, mahasiswa, institusi dan masyarakat luas dalam menerapkan
inovasi pemberian pakan fase finisher yang lebih efisien untuk meningkatkan
produktivitas dan profitabilitas usaha peternakan ayam broiler. |
en_US |