| dc.description.abstract |
Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup
sehat, permintaan terhadap produk pangan khususnya daging ayam yang sehat,
bergizi dan aman semakin meningkat. Di sisi lain, industri peternakan ayam
sebagai pemasok bahan baku usaha pemotongan menghadapi berbagai
tantangan, termasuk banyaknya penyakit yang menurunkan kualitas karkas.
Produk sinbiotik dari zat prebiotik pada susu formula afkir dan probiotik pada grain
kefir memungkinkan perkembangan ayam broiler lebih optimal pada fase finisher
melalui peningkatan kesehatan saluran pencernaan ayam. Sehingga kandungan
energi pada pakan digunakan untuk membentuk jaringan otot dan daging yang
nantinya berpengaruh pada kualitas karkas yang dihasilkan. Kualitas karkas dapat
dilihat dari berat karkas, persentase karkas, dan banyak lemak abdomen ayam
broiler. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas karkas ayam
broiler yang diberi sinbiotik melalui air minum pada fase finisher serta menyusun
perencanaan bisnis dari hasil terbaik dari penelitian yang dilakukan. Metode
penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4
perlakuan dan 5 kali ulangan yaitu P0 (Tanpa pemberian sinbiotik), P1 (3%
sinbiotik), P2 (5% sinbiotik) dan P3 (7% sinbiotik). Pengujian parameter
menggunakan One Way ANOVA dengan uji lanjutan Duncan. Berdasarkan hasil
penelitian pada P0, P1, P2 dan P3, didapatkan hasil penelitian dosis sinbiotik
terbaik yaitu pada P3 (7% sinbiotik) dengan rataan berat karkas mencapai 1426,2
gram/ekor, persentase karkas 67,97% dan berat lemak abdomen 8,0 gram/
ekornya. Pemberian sinbiotik dengan dosis 7% pada air minum juga dapat
memberikan keuntungan sebesar Rp.21.099,- per ekor, nilai R/C ratio 1,4, BEP
Produksi sebanyak 143 ekor, BEP Harga sebesar Rp52.741/ ekor, serta payback
period senilai 0,655. |
en_US |