| dc.description.abstract |
Bahan baku utama pada pempek umumnya dari bahan dasar ikan tenggiri. Ikan
tenggiri (Scomberomorus commersonii) merupakan jenis ikan laut pelagis yang
memiliki daging dengan cita rasa gurih dan warna yang putih cerah sehingga
cocok untuk dimanfaatkan dalam pembuatan pempek. Tenggiri juga memiliki
rendemen daging yang tinggi yaitu 57,23 - 58,57% serta mengandung Omega 3
yang tinggi. Namun dibalik kelebihannya tersebut, di pasaran saat ini ikan tenggiri
merupakan komoditas hasil laut dengan harga yang cukup mahal sehingga harga
pempek yang dijual juga mahal dan ketersediaannya bisa terbatas di beberapa
daerah. Sehingga diperlukan alternatif lain yang dapat mengganti ikan tenggiri
dalam pembuatan pempek seperti, daging ayam lebih mudah diperoleh dengan
harga yang terjangkau. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui
substitusi daging ayam pada pembuatan pempek terhadap uji organoleptik dan
untuk mengetahui perencanaan bisnis plan pempek ayam. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen, yaitu melakukan percobaan
dengan perlakuan daging ayam terhadap kualitas pempek. Rancangan percobaan
yang digunakan dalam penelitiaan ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan
hasil yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan parameter uji statistik One
Way ANOVA dengan uji lanjut Duncan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa pempek dengan komposisi 75% daging ayam dan 25% ikan tenggiri (P2)
dan pada perencanaan bisnis plan menunjukkan estimasi biaya operasional
sebesar Rp. 12.879 500 per bulan. Pendapatan bulanan yang dihasilkan mencapai
Rp. 18.360.000, sehingga diperoleh laba sebesar Rp. 5.480.500 per bulan. Usaha
ini dinilai layak untuk dijalankan karena menghasilkan nilai R/C ratio sebesar 1,4
titik impas (BEP) tercapai pada volume produksi 4.291 pcs dengan harga BEP
sebesar Rp 2.103 per pcs. Dari hasil tersebut, diperoleh nilai ROI sebesar 42%,
yang mengindikasikan bahwa usaha ini menguntungkan dan memiliki prospek
untuk dikembangkan lebih lanjut. |
en_US |