Abstract:
Di Kelurahan Togogan terdapat permasalahan, yakni banyaknya sampah
tertimbun yang belum bisa diatasi serta belum dapat dimanfaatkan atau diolah oleh
masyarakat. Kelurahan Togogan mengalami ketergantungan pada pakan
komersial, sehingga pada penilitian ini dibentuk KUB Maggot Jaya Makmur
dengan memiliki produk berupa maggot fresh dan maggot kering. Tujuan dari
penelitian ini: 1) Mengetahui penyusunan konsep Kelompok Usaha Bersama
(KUB) Bisnis Maggot BSF di GAPOKTAN Kelurahan Togogan; 2) Mengetahui
tahap implementasi dalam pembentukan Kelembagaan Kelompok Usaha
Bersama (KUB) Bisnis Mggot BSF di GAPOKTAN Kelurahan Togogan; 3)
Mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap dari anggota GAPOKTAN tentang
pembentukan Kelembagaan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Bisnis Maggot
BSF; 4) Mengetahui tingkat efektivitas penyuluhan dari anggota GAPOKTAN
terkait dengan pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Bisnis Maggot.
Penelitian ini menggnakan metode penelitian R&D yang memiliki 3 tahap,
yakni: 1) Tahap Pendahuluan; 2) Tahap Desain 3) Tahap Pegembangan dan
Implementasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk mengevaluasi
peningkatan pengetahuan, sikap, dan efektivitas penyuluhan. Untuk teknik
pengambilan sampel meggunakan teknik Non-Probability Sampling yang
kemudian menggunakan metode penentuan sampling Purposive Sampling yang
memiliki jumlah sasaran sebanyak 31 petani dari populasi Anggota Gapoktan
Raharjo Utomo. Pada penentuan konsep pembentukan kelembagaan peneliti
menggunakan diagram fishbone sebagai dasar. Kemudian pada implementasi
menggunakan metode FGD dengan tahapan: 1) Sosialisasi; 2) Pemilihan
pengurus sesuai dengan SOP; 3) Pembagian Tupoksi pengurus; 4) Pebentukan
Profil KUB; 5) Menentukan Modal Usaha dan Model Usaha KUB Maggot Jaya
Makmur.
Dalam melaksanakan metode penyuluhan ini dilaksanakan dengan model
pendampingan yang memiliki frekuensi 3 kali. Untuk setiap kegiatan
pendampingan yang dilaksanakan sudah dilakukannya penentuan materi, LPM,
dan sinopsis, metode, serta media. Selain itu, untuk menentukan tujuan
menggunakan ABCD (Audiens, Behaviour, Condition, Degree) sehingga kegiatan
pendampingan memiliki hasil dari R&D Pada tahap R&D pendahuluan, analisis
kebutuhan menunjukkan bahwa anggota Gapoktan masih tergantung pada pakan
komersial. Tahap desain mencakup penyusunan struktur organisasi, pembagian
tupoksi pengurus, dan penyusunan profil unit usaha. Pada tahap pengembangan
dan implementasi, melalui tiga kali pendampingan berhasil dibentuk KUB dengan
produk maggot yang siap dipasarkan. Untuk pelaksanaan evaluasi yang dilakukan
adalah pengukuran tingkat pengetahuan, tingkat sikap, dan efektiivitas
penyuluhan. Hasil yang diperoleh dari pengukuran tingkat pengetahuan sasaran
sebesar 81% tingkat mengevaluasi, pengukuran aspek sikap sasaran sebesar
74% tingkat menghayati, dan dari hasil efektifitas penyuluhan sebesar 80% pada tingkat efektif. Pembentukan KUB Maggot Jaya Makmur menghasilkan
kelembagaan yang memiliki alur kerja jelas serta produk berupa maggot segar dan
kering. Implementasi dilakukan melalui metode FGD pada Gapoktan Raharjo
Utomo, mencakup sosialisasi, pemilihan pengurus, penyusunan profil unit usaha,
pengesahan KUB, penentuan tupoksi, serta perencanaan modal dan model usaha.