Abstract:
Kajian teknis ini bertujuan untuk mengetahui tingkat Respon peternak
terhadap inovasi pembuatan pupuk organik cair dari feses kambing dengan
penambahan daun lamtoro dan pengetahuan peternak terhadap inovasi
pembuatan pupuk organik cair dari feses kambing dengan penambahan daun
lamtoro.
Kajian teknis dilakukan di lab limbah pertanian Polbangtan Malang pada
bulan Februari sampai maret 2025. Hasil Olahan pembuatan pupuk organik cair
dari feses kambing dengan penambahan daun lamtoro di uji di Laboraturium Bedali
Lawang untuk mengetahui kandungan N, C, C/N, BO, P2O5, K2O yang akan
disuluhkan kepada anggota poktan Tani Jaya Desa Mlirip Kecamatan Jetis
Kabupaten Mojokerto.
Kajian teknis menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL)
dengan 2 Perlakuan dan 8 perulangan. P0(poc tanpa penambahan daun
lamtoro).dan p1 (poc penambahan daun lamtoro sebanyak 2 liter) dengan bahan
tambahan lainnya seperti Feses kambing kering yang sudah dihaluskan sebanyak
4kg, EM4 liter, Molases 1 liter dan air sebanyak 6 liter sedangkan untuk p1
bahannya sama hanya pembedanya ada penambahan daun lamtoro 2 liter.
Sedangkan untuk kandungan 13, 43%(C), 1,83 %(N), 8,37%(C/N), 26,19%(Bo),
2,10% (P2o5),1,87% (K2O) untuk kandungan pupuk organik cair biasa sedangkan
untuk kandungan pupuk organik cair penambahan daun lamtoro 16,78%(C),
2,25%(N), 7,46%(C/N), 28,74%(BO), 2,44%(P2O5), 2,58%(K2O).
Hasil kajian ini kemudian menjadi materi penyuluhan yang akan
dilaksanakan dipoktan Tani Jaya Desa Mlirip Kecamatan Jetis Kabupaten
Mojokerto pada tanggal 9 mei 2025 dengan lokasi dibalai dusun gedang pada
pukul 9.30 s/d selesai yang dihadiri oleh anggota poktan sebanyak 30 orang.
Materi yang disampaikan yaitu inovasi pembuatan pupuk organik cair dari feses
kambing dengan penambahan daun lamtoro, metode yang digunakan adalah
demonstrasi cara,ceramah,dan diskusi dengan bantuan media pemaparan vidio
pembuatan pupuk organik cair dan benda sesungguhnya. Hasil evaluasi
penyuluhan yaitu tingkat respon peternak dan pengetahuan peternak terhadap
pembuatan pupuk organik cair yaitu tinggi dengan presentase 72,6%. Hasil ini
termasuk dalam karegori tinggi atau sangat positif dan menunjukan penyuluhan
tercapai karena tujuan kajian sosial, anggota poktan tani jaya dapat menerima
dan merspon positif inovasi yang disampaikan.