Abstract:
Laporan tugas akhir ini membahas tentang rancangan penyuluhan
mengenai pemanfaatan jerami jagung sebagai silase pakan ternak ruminansia di
Kelompok Tani Margo Utomo 5, Kelurahan Toyomarto, Kecamatan Singosari,
Kabupaten Malang. Permasalahan utama adalah ketersediaan pakan hijauan
yang sulit didapatkan peternak terutama di musim kemarau, meskipun jerami
jagung melimpah setelah panen di wilayah tersebut. Namun, nilai gizi jerami
jagung yang rendah, dengan kandungan serat tinggi dan protein rendah,
membatasi pemanfaatannya sebagai pakan ternak secara langsung. Kelompok
Tani Margo Utomo 5 sendiri belum banyak mengetahui teknologi pakan silase,
khususnya silase dari jerami jagung, padahal potensi sumber daya lokal sangat
besar.
Penelitian ini memiliki tiga tujuan utama yaitu: 1) untuk mengetahui cara
pembuatan silase jerami jagung, 2) untuk menyusun rancangan penyuluhan
pemanfaatan jerami jagung sebagai silase pakan ternak ruminansia di kelompok
tani margo utomo 5, 3) untuk mengetahui sejauh mana peningkatan
pengetahuan dan sikap petani setelah dilaksanakan penyuluhan. Dengan
tercapainya tujuan-tujuan ini, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi
mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu, bagi instansi sebagai informasi dan
materi penyuluhan tambahan, serta bagi masyarakat untuk menambah
pengetahuan dan mengembangkan potensi wilayah.
Metode pelaksanaan kajian ini dilakukan di Desa Toyomarto, Kecamatan
Singosari, Kabupaten Malang. Teknik pengumpulan data melibatkan wawancara
dan studi pustaka untuk mendapatkan data primer dan sekunder. Prosedur
pembuatan silase jerami jagung mencakup beberapa tahapan, yaitu persiapan alat
dan bahan, pencacahan jerami jagung berukuran 3 - 5 cm, penimbangan pollard,
pencampuran merata antara jerami jagung dan pollard, pemadatan campuran ke
dalam kantong plastik silase untuk kondisi anaerob, pengikatan rapat, dan
pemeraman minimal 21 hari. Rancangan penyuluhan meliputi penetapan tujuan,
sasaran, materi, metode (ceramah, diskusi, demonstrasi hasil), dan media
penyuluhan (leaflet, benda sesungguhnya).
Evaluasi penyuluhan dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan
kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dengan responden
sebanyak 30 orang anggota kelompok tani. Hasil evaluasi penyuluhan
menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan sikap
peternak mengenai pemanfaatan jerami jagung sebagai silase pakan ternak.
Proses penyuluhan dilaksanakan secara terencana, dimulai dengan pembukaan,
pemaparan materi melalui metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi hasil, serta
penyebaran leaflet sebagai media pendukung. Studi terdahulu juga mendukung bahwa silase jerami jagung, terutama dengan penambahan bahan seperti pollard,
dapat meningkatkan kandungan nutrisi seperti protein kasar dan bahan kering.
Kualitas fisik silase, seperti warna cokelat muda, tekstur padat, dan aroma asam,
menunjukkan indikator silase yang baik, meskipun kebocoran pada penyimpanan
dapat menyebabkan pertumbuhan jamur.
Sebagai kesimpulan, laporan tugas akhir ini berhasil menyusun dan
mengimplementasikan rancangan penyuluhan pemanfaatan jerami jagung
sebagai silase pakan ternak ruminansia yang efektif. Penyuluhan ini terbukti
meningkatkan pengetahuan dan sikap positif anggota Kelompok Tani Margo
Utomo 5. Disarankan untuk melanjutkan dan mengembangkan kegiatan
penyuluhan serupa guna memaksimalkan pemanfaatan potensi sumber daya lokal
dan mendukung keberlanjutan usaha peternakan di wilayah tersebut.