Abstract:
Provinsi Jawa Timur memiliki populasi kambing yang cukup besar dan
berpotensi menjadi salah satu sektor unggulan dalam penyediaan protein hewani
serta peningkatan pendapatan peternak. Salah satu wilayah yang cukup aktif
dalam usaha penggemukan kambing adalah Kelompok Tani Karya Tani Makmur
II di Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Meskipun memiliki
potensi yang baik, pelaksanaan pemeliharaan kambing di kelompok ini masih
menghadapi kendala, terutama terkait pengetahuan lima prinsip kesejahteraan
hewan ( Five Freedom of animal Walfare). Sebagian besar peternak di lokasi
penelitian belum sepenuhnya memahami dan menerapkan prinsip-prinsip
tersebut. Kondisi kandang yang kurang layak, sanitasi yang tidak optimal,
ketersediaan pakan yang terbatas di musim kemarau, serta kurangnya ruang
gerak ternak menunjukkan adanya kesenjangan antara praktik pemeliharaan di
lapangan dengan standar kesejahteraan hewan yang ideal. Rendahnya
pengetahuan ini disebabkan oleh minimnya informasi dan pendampingan yang
diterima peternak. Akibatnya, potensi ternak tidak dimanfaatkan secara optimal
dan kesejahteraan hewan belum terjamin. Berdasarkan kondisi tersebut,
diperlukan upaya untuk menutup kekeliruan pengetahuan dan dilakukan melalui
kegiatan penyuluhan yang terarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
tingkat pengetahuan peternak tentang lima prinsip kesejahteraan hewan di lokasi
penelitian, menyusun rencana penyuluhan yang sesuai dengan kebutuhan
peternak, serta mengukur perubahan pengetahuan mereka sebelum dan
sesudah penyuluhan.
Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Maret 2025 di Desa
Wonorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Penelitian ini menggunakan
metode deskriptif kuantitatif melalui wawancara dan kuesioner. Seluruh anggota
Kelompok Tani Karya Tani Makmur II yang berjumlah 30 orang dijadikan sampel
penelitian dengan teknik sampling jenuh. Jenis data yang dkumpulkan meliputi
data primer dan data sekunder. Analisis data dilakukan secara deskriptif
kuantitatif, dengan pengelompokan skor ke dalam kategori rendah, sedang, dan
tinggi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan 5 prinsip kesejahteraan
hewan yaitu bebas dari rasa lapar dan haus berada pada kategori sedang
(46,7%), bebas dari rasa ketidaknyamanan berada dikategori sedang (60%),
bebas dari rasa luka, sakit dan penyakit berada pada kategor rendah dan sedang
(43,3%, ), bebas dari rasa takut dan tertekan berada pada kategori sedang
(53,3%), sedangkan bebas mengekspresikan perilaku alami berada pada
kategori sedang (53,3%). Rancangan penyuluhan mencakup tujuan
meningkatkan pengetahuan peternak, materi tentang lima prinsip kesejahteraan
hewan, metode ceramah interaktif dan diskusi, serta penggunaan media seperti
PPT dan folder. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test. Sebelum
penyuluhan, sebagian besar pengetahuan peternak berada pada kategori
sedang dengan presentase 43,4%. Setelah penyuluhan, terjadi peningkatan
pengetahuan berada pada kategori tinggi dengan presentase 93,3%.