ANALISIS TINGKAT ADOPSI PETANI CABAI TERHADAP INOVASI TRICHODERMA SEBAGAI PENGENDALIAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM DI DESA KAYUKEBEK KECAMATAN TUTUR KABUPATEN PASURUAN

Show simple item record

dc.contributor.author Habibah, ST
dc.contributor.author Hamyana, Hamyana
dc.contributor.author Sule, Suryaman
dc.date.accessioned 2026-09-21T02:36:54Z
dc.date.available 2026-09-21T02:36:54Z
dc.date.issued 2026-09-21
dc.identifier.other L.310
dc.identifier.uri https://repository.polbangtanmalang.ac.id/xmlui/handle/123456789/2165
dc.description.abstract Cabai merupakan komoditas hortikultura strategis di Indonesia dengan nilai ekonomi tinggi, namun produktivitasnya kerap terganggu oleh penyakit layu yang disebabkan jamur Fusarium oxysporum. Di Desa Kayukebek, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, pengendalian penyakit ini masih mengandalkan pestisida kimia, sementara Trichoderma sebagai agen pengendali hayati yang lebih ramah lingkungan belum banyak diketahui tingkat adopsinya di kalangan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat adopsi petani cabai terhadap penggunaan Trichoderma, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, serta menyusun rancangan penyuluhan untuk meningkatkan adopsi inovasi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis deskriptif asosiatif terhadap 128 petani cabai yang dipilih melalui simple random sampling berdasarkan rumus Slovin dari populasi 188 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda berbantuan SPSS, mencakup uji asumsi klasik, uji T, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adopsi petani cabai terhadap Trichoderma tergolong tinggi, dengan 113 orang (88,3%) berada pada kategori tinggi, 15 orang (11,7%) berada pada kategori sedang, dan tidak terdapat responden pada kategori rendah. Variabel karakteristik inovasi, dukungan penyuluhan dan informasi, serta sistem sosial secara simultan berpengaruh signifikan terhadap tingkat adopsi (Adjusted R Square = 0,615; F = 68,629; Sig. < 0,001). Dukungan penyuluhan dan informasi merupakan faktor paling dominan (Beta = 0,439), diikuti sistem sosial (Beta = 0,350) dan karakteristik inovasi (Beta = 0,141). Berdasarkan temuan tersebut, dirancang program penyuluhan dengan sasaran utama petani kategori adopsi sedang, materi mengenai pengenalan dan aplikasi Trichoderma serta penguatan jaringan sosial, metode ceramah, demonstrasi cara, dan diskusi kelompok, dengan media utama berupa booklet digital yang didistribusikan melalui WhatsApp Group kelompok tani. en_US
dc.publisher Polbangtan Malang en_US
dc.relation.ispartofseries Tugas Akhir;L.310-26067
dc.subject Adopsi inovasi, Trichoderma, penyakit layu Fusarium, penyuluhan pertanian. en_US
dc.title ANALISIS TINGKAT ADOPSI PETANI CABAI TERHADAP INOVASI TRICHODERMA SEBAGAI PENGENDALIAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM DI DESA KAYUKEBEK KECAMATAN TUTUR KABUPATEN PASURUAN en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

  • TA 2026
    Tugas Akhir Mahasiswa Lulusan 2026

Show simple item record

Cari


Advanced Search

Browse

My Account