| dc.description.abstract |
Administrasi kelembagaan merupakan bagian penting dalam mendukung
kegiatan dan fungsi kelompok tani. Hasil Identifikasi Potensi Wilayah (IPW) di
Desa Bocek menunjukkan terdapat 9 kelembagaan petani yang terdiri dari 8
kelompok tani dan 1 kelompok wanita tani. Permasalahan utama yang ditemukan
adalah administrasi kelompok tani yang belum lengkap dan masih terbatasnya
penyuluhan mengenai pengelolaan administrasi. Sebanyak 6 kelompok tani masih
memiliki administrasi yang terbatas pada daftar anggota.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi wilayah, menganalisis
pengaruh kondisi administrasi kelembagaan terhadap penguatan fungsi kelompok
tani, serta menyusun dan mengimplementasikan rancangan penyuluhan.
Identifikasi wilayah menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal
(PRA), sedangkan penelitian menggunakan metode survei dengan analisis
deskriptif dan regresi linier sederhana.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi administrasi kelembagaan
kelompok tani berpengaruh positif dan signifikan terhadap penguatan fungsi
kelompok tani. Persamaan regresi yang diperoleh yaitu Y = 35,738 + 0,688X,
dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai R Square sebesar 0,520 menunjukkan
bahwa kondisi administrasi kelembagaan menjelaskan 52,0% variasi penguatan
fungsi kelompok tani, sedangkan 48,0% dipengaruhi faktor lain.
Berdasarkan hasil tersebut, disusun penyuluhan dengan materi pengelolaan
administrasi kelembagaan kelompok tani melalui ceramah, demonstrasi cara,
diskusi, dan praktik langsung. Penyuluhan dilaksanakan kepada 14 peserta. Hasil
evaluasi menunjukkan rata-rata pengetahuan meningkat dari 7,7 menjadi 14,8,
dengan hasil uji Paired Sample t-Test sebesar 0,000 < 0,05, sehingga terdapat
peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah penyuluhan. |
en_US |