| dc.description.abstract |
Secara administratif, Desa Wirotaman memiliki luas wilayah lahan kering
mencapai 690.90 Ha dan tanah sawah mencapai 2.00 Ha dibandingkan luas
pekarangan 44.60 Ha. Hal ini menunjukan bahwa sebagian besar lahan
didominasi oleh bidang pertanian. Desa Wirotaman adalah salah satu Desa di
Ampelgading yang di kenal sebagai salah satu central penghasil salak dengan
produktifitas tanaman salak yang dipanen yaitu 4 ton/Ha dalam 2 kali panen.
Produktifitas yang tinggi 4ton/Ha menjadi masalah, salah satunya yaitu harga jual
salak yang mengalami penurunan pada saat musim panen serentak. Pada saat
panen raya harga jual salak 1 kg berkisar Rp. 1000,00 sampai Rp. 1.500.00, buah
salak yang tidak di kelola dengan baik akan mengalami kerusakan baik secara
mekanis, fisiologis, kimiawi maupun mikrobiologis. Hal ini di sebabkan karena
salak memiliki kadar air sebesar 78% dan karbohidrat sebesar 20,9% (Priyanti et
al., 2017). Faktanya masyarakat Desa Wirotaman belum memanfaatkan buah
salak sebagai olahan dodol, karena kurangnya inovasi sampai sekarang salak
hanya di jual dalam bentuk segar. Berdasarkan hasil wawancara dengan petani
pemanfaatan buah salak kurang optimal sedangkan salak memiliki daya simpan
yang relatif rendah sehingga mudah busuk. Hal ini terjadi karena buah salak
memiliki laju respirasi yang tinggi dan produksi etilen yang terus berlangsung
selama pemanenan jika di simpan terlalu lama, sehingga muncul inovasi
diverifikasi olahan salak menjadi dodol. Metode Peìneìlitian eìkspeìrimeìntal
meìngadakan peìrcobaan atau eìkspeìrimeìn, untuk meìlakukan teìs hipoteìsis. Suatu
eìkspeìrimeìn seìlalu dilakukan dalam kondisi di mana satu atau beìbeìrapa
variabeìlnya dapat dikontrol. Kontrol dalam peìneìlitian meìmpunyai dua arti. Kita
dapat meìneìntukan, meìnurut tujuan peìneìlitian faktor mana yang ingin kita kontrol,
jadi yang beìrsifat teìtap atau konstan. Peìneìlitian eìkspeìrimeìn adalah meìtodeì ilmiah
yang digunakan untuk meìnguji hipoteìsis atau meìncari tahu hubungan seìbab akibat
antara variabeìl. Dalam konteìks peìmbuatan dodol salak pondoh, peìneìlitian
eìkspeìrimeìn dapat digunakan untuk beìrbagai tujuan, antara lain optimasi formula,
pengembangan produk baru, pengendalian kualitas. Reìseìp dodol salak deìngan
peìnggunaan 1 kilogram salak seìgar leìbih disukai oleìh paneìlis pada aspeìk aroma,
rasa, dan teìkstur dibandingkan reìseìp P1, meìskipun pada aspeìk warna paneìlis
leìbih meìnyukai P1. Oleìh kareìna itu, reìseìp P2 diteìtapkan seìbagai reìseìp teìrbaik.
Modifikasi peìngolahan beìrupa peìmasakan salak hingga keìcoklatan dan peìngurangan kadar air dilakukan untuk meìningkatkan kualitas warna dan teìkstur
dodol, seìhingga meìnghasilkan produk deìngan karakteìristik seìnsorik yang leìbih
baik seìcara keìseìluruhan |
en_US |